Polisi Dalami Motif Pelaku Ledakan Bom Dekat Kepala di SMAN 72 Jakarta

Selasa 11 Nov 2025, 19:56 WIB
Konferensi pers Polda Metro Jaya dan jajaran terkait pengungkapan insiden ledakan di SMAN 72, Jakarta Utara. (Sumber: POSKOTA | Foto: Ali Mansur)

Konferensi pers Polda Metro Jaya dan jajaran terkait pengungkapan insiden ledakan di SMAN 72, Jakarta Utara. (Sumber: POSKOTA | Foto: Ali Mansur)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru terkait kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku yang merupakan anak berkonflik dengan hukum (ABH) diduga sengaja meledakkan bom di dekat kepalanya sendiri.

“Sengaja (meledakkan bom di kepala). Ada maksud," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 November 2025.

Namun, motif di balik tindakan ABH tersebut, kata Iman, hingga saat ini masih didalami penyidik. Saat ini ABH telah menjalani operasi dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Baca Juga: Densus 88 Ungkap 6 Figur yang Menginspirasi Pelaku Ledakan di SMAN 72

Tim dokter dari Pusdokkes Polri juga terus melakukan pemantauan medis untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal

"Tapi motifnya masih kami dalami karena saat ini kami fokus pada pemulihan kesehatan dan kondisi psikologis yang bersangkutan,” terang Iman.

Iman menyampaikan, terdapat dua ledakan dalam insiden tersebut. Ledakan pertama terjadi di area masjid sekolah, kemudian ledakan kedua terjadi tidak jauh dari lokasi awal, tempat terduga pelaku ditemukan dalam kondisi luka parah di bagian kepala.

“Untuk peristiwanya, pada saat terjadi ledakan pertama di masjid, yang bersangkutan masih berada di lokasi. Kemudian terjadi ledakan kedua di lokasi berbeda, dan saat ditemukan, yang bersangkutan sudah mengalami luka di bagian kepala,” kata Iman.

Lebih lanjut, Iman menjelaskan, ledakan pertama di masjid dilakukan menggunakan remote control. Sedangkan ledakan kedua yang melukai ABH sendiri menggunakan sumbu api (fuse). Menurutnya semua ledakan itu, tergolong low explosive.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum


Berita Terkait


News Update