“Untuk ledakan di masjid menggunakan remote, sementara ledakan kedua yang menyebabkan luka di kepala dilakukan dengan sumbu,” jelasnya.
Sebelumnya, insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025 mengakibatkan 96 orang mengalami luka-luka, termasuk puluhan siswa yang tengah bersiap melaksanakan salat Jumat.
Polisi memastikan bahwa pelaku bertindak sendiri tanpa keterlibatan jaringan teror tertentu.
