"Sehingga apabila kesehatannya terus membaik, proses pemeriksaan akan berjalan lebih lancar,” beber Budi.
Ledakan yang terjadi saat pelaksanaan salat Jumat di SMAN 72 Jakarta itu menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka, sebagian besar merupakan siswa. Hingga kini, 32 korban masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. Sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan kuat dari ledakan.
“Dua pertiga korban mengalami gangguan pendengaran, namun kondisi fisik mereka perlahan membaik. Tantangan terbesar saat ini justru pemulihan mental,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo.
