Jangan Klik Link Voting! Ini Modus Penipuan WhatsApp Terbaru yang Bisa Curi Akun Pengguna

Rabu 15 Okt 2025, 20:35 WIB
Ilustrasi penipuan di WhatsApp. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi penipuan di WhatsApp. (Sumber: Pinterest)

Di dalam situs itu, korban diminta memasukkan nomor telepon dan kode verifikasi WhatsApp yang dikirim ke ponsel mereka.

Tanpa disadari, enam digit kode tersebut adalah akses penuh bagi pelaku untuk mengambil alih akun WhatsApp korban.

Tujuan dan Dampak Penipuan

Begitu akun berhasil diretas, pelaku langsung memanfaatkannya untuk memperluas jangkauan penipuan dengan cara:

Baca Juga: 4 Langkah Efektif Menjaga Keamanan Akun WhatsApp agar Tidak Mudah Disadap

  • Mengirim pesan serupa ke semua kontak korban, agar lebih banyak orang terjebak.
  • Meminta transfer uang dengan alasan darurat atau penuh empati.
  • Menggunakan akun korban untuk aktivitas spam hingga diblokir oleh WhatsApp.

Menurut laporan Bitdefender, kampanye ini berkembang pesat di wilayah Eropa Tengah dan Timur, dengan sebaran terbesar di beberapa wilayah, yaitu:

  • Polandia (41 persen)
  • Rumania (29 persen)
  • Jerman (20 persen)

Selain itu, negara lain seperti Republik Ceko, Italia, dan Austria juga mulai terdampak.

Baca Juga: Waspada SocialSpy WhatsApp, Aplikasi Penyadap yang Justru Bisa Curi Data Pribadi

Dalam dua bulan terakhir saja, pelaku tercatat menggunakan 177 domain palsu dan lebih dari 550 tautan unik untuk menjaring ribuan korban.

Mengapa Banyak Orang Tertipu?

Modus ini sangat efektif karena memanfaatkan tiga hal yang paling kuat menggugah emosi manusia:

  • Kedekatan: Pesan datang dari orang yang dikenal.
  • Urgensi: Ada ajakan bertindak cepat seperti “vote sekarang” atau “tolong segera kirim uang”.
  • Empati: Cerita menyentuh seperti membantu anak mendapatkan beasiswa atau hadiah.

Kombinasi tiga faktor ini membuat korban kehilangan kewaspadaan, bahkan mereka yang terbiasa dengan dunia digital pun bisa terjebak.

Baca Juga: Amankan Privasi Akun WhatsApp, Ini 3 Solusi Agar Tidak Disadap

Kelompok paling rentan adalah orang tua dan lansia, karena mereka lebih mudah percaya pada nama yang dikenal dan jarang memverifikasi pesan mencurigakan.

Tips Mencegah Penipuan WhatsApp


Berita Terkait


News Update