Ironisnya, peristiwa pencopotan jabatannya terjadi hanya beberapa jam setelah Budi Arie masih menjalankan tugasnya sebagai menteri.
Ia bahkan hadir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI untuk meminta tambahan anggaran sebesar Rp7,85 triliun bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam rapat tersebut, Budi Arie menegaskan pentingnya dana tersebut untuk mendigitalisasi dan memperkuat tata kelola koperasi agar terhindar dari penyelewengan.
"Karena dengan cashless ini, kita memitigasi kemungkinan fraud dan salah kelola," jelasnya.
Usai rapat, nasibnya berubah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, secara resmi mengumumkan reshuffle kabinet. Posisi Budi Arie sebagai Menteri Koperasi akhirnya digantikan oleh Ferry Juliantono.
Baca Juga: Intip Profil Purbaya Yudhi Sadewa yang Gantikan Sri Mulyani Sebagai Menteri Keuangan
Profil dan Kontroversi Sang Eks Menteri
Budi Arie bukanlah nama baru di panggung politik Indonesia. Sebelum memimpin Kementerian Koperasi di era Prabowo, ia pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Karier politiknya cukup panjang, mencakup jabatan sebagai Wakil Menteri Desa dan keaktifannya di PDI-P sebelum akhirnya mendirikan Relawan Pro Jokowi (Projo) pada 2013.
Namanya sempat terseret dalam dakwaan kasus judi online yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Mei 2025, meski ia membantah keras segala tuduhan tersebut.
Pasca reshuffle, setiap langkah Budi Arie terus diawasi publik. Namanya bahkan menjadi topik trending di X, berdampingan dengan kata kunci "Sri Mulyani", "Menteri Keuangan", dan "Reshuffle", membuktikan bahwa sorotan terhadap dirinya belum mereda.
