POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui DLH menggelar operasi pembersihan intensif setelah aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Senayan pada 28 Agustus 2025.
Aksi tersebut meninggalkan tumpukan sampah di sepanjang jalur demonstrasi, mulai dari Gedung DPR/MPR hingga Jalan Pejompongan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa operasi berlangsung selama dua hari, yakni 28-29 Agustus 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, petugas berhasil mengangkut sedikitnya 130 meter kubik sampah anorganik yang terdiri atas botol plastik, kemasan makanan, poster, hingga selebaran.
Baca Juga: 341 Korban Unjuk Rasa di Jakarta Dirujuk ke RS Pemerintah dan Swasta
"Alhamdulillah, pembersihan pascademo berjalan lancar dan terkendali. Kami mengerahkan 750 personel gabungan dari Suku Dinas Jakarta Pusat, Selatan, Barat, serta Unit Pengelola Sampah Badan Air," ungkap Asep dalam keterangan resmi.
Operasi kebersihan ini melibatkan armada dalam jumlah besar. DLH DKI Jakarta menurunkan 18 truk anorganik, 30 mini dump truck, serta 26 road sweeper atau kendaraan penyapu jalan mekanis.
Kehadiran armada tersebut mempercepat proses pembersihan serta memastikan lalu lintas di kawasan strategis Senayan dapat kembali normal.
Asep menekankan bahwa angka 130 meter kubik masih bersifat sementara. Hingga saat ini, proses pembersihan masih dilanjutkan di sejumlah titik lain, termasuk sekitar Mako Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang.
Baca Juga: Layanan Transjakarta Berhenti Beroperasi 30 Agustus 2025, Sejumlah Rute Mikrotrans Stop Total
"Kami akan terus memantau dan menyampaikan pembaruan mengenai volume akhir setelah seluruh pembersihan selesai," tambahnya.