Unjuk rasa yang berlangsung pada Kamis, 28 Agustus, menyisakan volume sampah yang cukup besar. Sampah anorganik seperti botol plastik, kemasan makanan, dan atribut aksi mendominasi.
Kondisi ini mendorong DLH untuk bergerak cepat, mengingat kebersihan kawasan Senayan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas warga maupun citra ruang publik di ibu kota.
Selain menjaga estetika kota, langkah pembersihan juga bertujuan untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Baca Juga: Dinkes Jakarta Rujuk 341 Korban Unjuk Rasa ke Rumah Sakit Pemerintah Maupun Swasta
Tumpukan sampah yang dibiarkan berlarut dapat menyumbat saluran air serta menimbulkan bau tidak sedap.
Oleh karena itu, DLH menilai percepatan penanganan pascaunjuk rasa merupakan langkah penting.
Pemprov DKI melalui DLH menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi. Asep juga menegaskan bahwa peran masyarakat juga sangat dibutuhkan.
Kesadaran untuk menjaga kebersihan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan massa, menjadi kunci agar kualitas lingkungan tetap terjaga.