POSKOTA.CO.ID - Kematian tragis Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta, menjadi sorotan media internasional.
The Straits Times dan Reuters menyoroti duka mendalam keluarga korban, amarah publik, hingga respons aparat kepolisian. Insiden ini memicu gelombang protes mahasiswa serta tuntutan agar pelaku diberi hukuman seberat-beratnya.
Sorotan Media Internasional atas Tragedi Ojol di Jakarta
Melansir dari berbagai sumber Sejumlah media asing menyoroti kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas setelah dilindas rantis Brimob saat demonstrasi di Jakarta.
Baca Juga: Brimob Janji Usut Tuntas Ojol Tewas Dilindas Rantis
Media Singapura, The Straits Times, menurunkan laporan dengan judul "Justice for Affan': Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash."
Dalam artikelnya, media tersebut menekankan duka keluarga korban sekaligus kemarahan publik.
“Duka dan amarah melanda ibu kota Indonesia, Jakarta, saat keluarga Affan Kurniawan, 21 tahun, berduka atas kematian pengemudi ojol tersebut setelah ditabrak kendaraan taktis polisi saat aksi protes di Jakarta Pusat berubah ricuh,” tulis The Straits Times.
Kesaksian Keluarga: “Dia Tulang Punggung Keluarga Kami”
Dalam wawancara eksklusif dengan The Straits Times, ibunda Affan, Erlina (41 tahun), menyampaikan kesedihannya
“Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan hukuman seberat-beratnya... dia baru saja menyelesaikan pengantaran makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya,” ungkapnya dengan nada penuh duka, Jumat, 29 Agustus 2025.
Lebih lanjut, Erlina menuturkan bahwa sang anak merupakan penopang utama keluarga.
“Dia tulang punggung keluarga kami, dan dia bekerja sangat keras. Dia telah menabung dari pekerjaannya untuk membeli tanah dan membangun rumah untuk kami di desa kami di Lampung,” katanya sambil menangis.