Waspada Dampak Gas Air Mata saat Demo: Simak Pertolongan Pertama dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diantisipasi

Jumat 29 Agu 2025, 15:49 WIB
Sejumlah massa aksi berhadapan dengan aparat saat demo di belakang DPR dan Pejompongan, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Sejumlah massa aksi berhadapan dengan aparat saat demo di belakang DPR dan Pejompongan, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Suasana yang semula kondusif dalam sebuah unjuk rasa dapat berubah menjadi ricuh dalam sekejap. Dalam situasi seperti inilah, semburan gas air mata sering kali digunakan oleh aparat keamanan sebagai upaya untuk membubarkan kerumunan dan meredakan ketegangan.

Meski efektif secara operasional, dampak yang ditimbulkannya terhadap kesehatan jasmani justru menciptakan krisis lain yang serius.

Efek dari bahan kimia ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Paparannya, bahkan dalam kadar rendah, dapat memicu reaksi tubuh yang menyiksa dan berpotensi meninggalkan trauma, baik secara fisik maupun psikologis.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang komposisi, bahaya, dan langkah pertolongan pertama menjadi sebuah keharusan bagi setiap orang yang berpotensi terpapar.

Baca Juga: Terkuak! Ini Wajah 7 Anggota Brimob yang Terlibat Kasus Tewasnya Affan Kurniawan

Apa Itu Gas Air Mata dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Meski disebut “gas”, zat ini sebenarnya adalah aerosol, campuran partikel padat dan cair yang tersebar di udara. Saat terhirup atau terkena kulit dan mata, senyawa kimianya memicu reaksi iritasi instan.

Efeknya dapat meliputi rasa terbakar hebat, kesulitan bernapas, hingga potensi komplikasi serius pada sistem pernapasan, kulit, mata, dan jantung.

Mengenal Kandungan Kimia Berbahaya dalam Gas Air Mata

Gas air mata bukanlah zat tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa senyawa kimia aktif. Berikut adalah kandungan gas air mata utamanya:

  • CS (Chlorobenzylidenemalononitrile): Senyawa paling umum yang menyebabkan iritasi parah pada mata dan saluran pernapasan.
  • CN (Chloroacetophenone): Pemicu rasa sakit dan bersin yang intens.
  • Oleoresin Capsicum (OC): Ekstrak cabai yang menimbulkan sensasi panas dan perih menyengat.

Bahan Kimia Tambahan: Seperti CR, PS, atau CA yang masing-masing memiliki efek iritasi berbeda dan memperburuk kondisi tubuh.

Baca Juga: Nasib Ahmad Sahroni, dari Bilang Pendemo 'Tolol' Kini Dicopot sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama yang Tepat

Menurut panduan dari RS Kesehatan Mata Utama (KMU), tindakan cepat dan tepat sangat menentukan untuk meminimalkan dampak paparan. Berikut pertolongan pertama paparan gas air mata

  1. Segera Menjauh dari Sumber: Cari area dengan udara bersih dan bergerak ke tempat yang lebih tinggi karena gas cenderung mengendap di tanah. Tutup hidung, mulut, dan mata dengan kain atau tangan untuk mengurangi paparan.
  2. Bilas Mata dengan Air Mengalir: Jika mata terpapar, segera bilas dengan air bersih yang mengalir selama 10-15 menit. Lepaskan lensa kontak jika digunakan, dan hindari menggosok mata agar iritasi tidak bertambah parah.
  3. Hindari Menyentuh Wajah: Gas air mata dapat menempel di kulit dan pakaian. Jangan menyentuh area wajah, terutama mata dan mulut, sebelum membersihkan diri secara menyeluruh.
  4. Gunakan Pelindung: Dalam situasi berisiko tinggi, kenakan pakaian tertutup, masker, dan kacamata pelindung untuk meminimalkan kontak langsung.
  5. Cari Bantuan Medis: Jika gejala seperti sesak napas, iritasi mata berat, pusing, atau reaksi kulit parah berlanjut, segera hubungi tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.

Berita Terkait


News Update