Menurutnya Rocky Gerung, kepercayaan masyarakat terhadap MK harus dibangun kembali melalui putusan-putusan yang lebih berorientasi pada kepentingan publik.
"Nah, sekarang justru kita mau lihat bahwa Mahkamah Konstitusi membaca semacam keresahan publik dari pemilu yang lalu, tentu mesti dikatakan juga termasuk kemarahan publik karena Mahkamah Konstitusi meloloskan atau membuka peluang dengan cara mengintervensi proses pemilu sehingga Gibran jadi wakil presiden," kata Rocky.
