Suasan di depan kantor aplikasi World App di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin, 5 Mei 2025. (Sumber: Poskota/Nurpini Aulia Rapika)

JAKARTA RAYA

Warga Takut Tidak Dapat Uang Lagi dari World App

Senin 05 Mei 2025, 23:43 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah warga mengaku lebih takut kehilangan uang lagi dari aplikasi World App. Mereka mengaku selama ini tidak ada masalah selama bermain aplikasi tersebut.

"Teman saya udah pakai aplikasi ini selama dua tahun. Buktinya aman aja, kok. Makanya dia suruh saya untuk daftar juga," kata Heri, 45 tahun, warga Teluk Pucung, Senin, 5 Mei 2025

Heri mengungkapkan tidak khawatir dengan World App. Menurutnya, aplikasi ini hanyalah game digital penghasil uang.

"Kita main game sama AI. Jadi kita jawab pertanyaan dari dia. Nah, kalau pertanyaan dia cocok sama kita, kita dapat poin itu. Kalau nggak cocok, kita tetap dapat poinnya, tapi tidak sebesar hari pertama," ucap dia.

Baca Juga: Pengamat Sosial Ungkap Alasan Masyarakat Ramai Datangi World App

Selama bermain World App, tidak ada hal-hal yang mencurigakan. Peserta justru diarahkan untuk bermain game jika ingin menambah poin yang dapat ditukarkan.

"Kalau pertama pencairan itu 16 poin. 1 poinnya seharga Rp19.000-Rp20.000. Kalikan aja. Tapi bulan berikutnya hanya sekitar 3 poin aja," ujar Aceng, 52 tahun, pengendara ojek online.

Aceng telah mengumpulkan 40 poin setahun terakhir yang dicairkan secara bertahap. Pencairan pertama dapat 16 poin.

Pencairan berikutnya bisa dua hingga tiga koin seusai satu tahun. Dirinya sudah berhasil mencairkan uang sebesar Rp230.000 setelah berhasil verifikasi retina mata.

Baca Juga: Kantor World App Terancam Disegel Jika Terbukti Jual Data Pribadi

"Tiap poin yang didapat baru bisa diambil 24 jam kemudian. Nah sekarang saya bingung, kantornya udah tutup gini. Kira-kira dananya masih bisa dicairkan ngga ya. Lumayan soalnya untuk tambahan penghasilan," katanya.

Meski pemindaian retina mata jadi syarat untuk mendapatkan poin, Aceng tidak khawatir. Ia justru lebih khawatir jika tidak bisa mendapatkan uang lagi dari aplikasi tersebut.

"Sebenarnya pertama curiga. Karena dia kan ambil iris mata kita kan ya. Cuman kan kalau iris mata kita kan data kita itu nggak bisa digunakan. Kalau iris mata itu buat apa coba? Kita mati juga nggak bisa digunain tuh data. Kecuali nomor KTP ya," ujarnya.

Selama tidak pakai data pribadi, Aceng percaya retina matanya tidak bisa dijadikan akun pinjaman online, karena bukan ada data pribadi.

Baca Juga: World App Disorot! Iming-iming Uang Rp800 Ribu dan Ancaman Privasi Biometrik

"Sampai saat ini saya ngga ngerasa rugi. Justru saya untung dapat duit. Ya, kalau buat masyarakat, awam begini mah lumayan diuntungkan. Apalagi cuma download doang, habis itu dapet uang," ucapnya.

Ia sempat memastikan kepada salah seorang petugas World App tentang keamanan data retina mata.

"Mereka bilang tidak menyimpan data apapun dari warga yang daftar. Setelah memastikan yang dapat koin itu manusia. Data otomatis terhapus katanya" Kata Aceng

Namun, setelah ada instruksi dari pemerintah perihal pemblokiran aplikasi World App, Aceng berharap hanya kesalahpahaman saja.

Baca Juga: Mengenal World App, Teknologi yang Dibekukan oleh Kemkomdigi

"Menurut saya pemerintah bagus sih sebenarnya. Cuman mungkin kurang koordinasi antara aplikator ini sama pemerintah. Jadi dia nggak minta izin pemerintah, tiba-tiba langsung buka aja," tuturnya.

Aceng justru menanyakan keberadaan pemerintah terkait kejadian ini. Dirinya mengatakan jika pemerintah mau membantu masyarakat kecil seperti dirinya dan sering melakukan sosialisasi terkait keamanan data, mungkin hal ini tidak akan terjadi.

"Biar masyarakat nggak ikut dapat uang kayak gini, kenapa pemerintah nggak kasih uang secara BLP, apalah gitu," ungkapnya.

Salah seorang oenjaga toko material di samping kantor World App, Floren, 46 tahun, mengatakan tidak tahu kantor itu beroperasi.

Baca Juga: World App Ditutup di Indonesia: Bahaya di Balik Janji Uang Gratis hingga Rp800.000 dari Scan Retina

"Perasaan baru buka Minggu lalu. Tapi kok ramai bangat yang antri. Saya cuma penasaran, tapi ngga berani masuk buat ngecek," ujarnya.

Floren mengatakan jika kantor world App itu dulunya gudang JNE. Namun sudah tahun ini kosong. Tiba-tiba ada perusahaan baru masuk dan langsung ramai.

"Kalau dari informasi yang saya dapat, mereka itu ada yang datang dari Cikarang. Mau mastiin beneran bisa dapat duit atau ngga. Tapi hari ini kantornya tiba-tiba tutup. Mungkin karena ada imbauan dari pemerintah," katanya.

Sementara itu, Erna, 35 tahun, rela izin kerja hanya untuk mendaftarkan diri pada aplikasi world app.

"Saya udah capek-capek datang kesini. Harus izin juga, eh malah ngga dapat apa-apa," ujarnya. (CR-3)

Tags:
BekasiWorld App

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor