Miliki Kisah Sejarah Unik, Inilah Kuliner Khas Ramadhan di Berbagai Negara

Senin 03 Mar 2025, 09:52 WIB
Ilustrasi. Beberapa kuliner khas dari berbagai negara di dunia yang memiliki kissah sejarah unik.  (Sumber: Freepik)

Ilustrasi. Beberapa kuliner khas dari berbagai negara di dunia yang memiliki kissah sejarah unik. (Sumber: Freepik)

Lentil, yang kaya akan protein dan serat, dapat membantu dalam menjaga kenyang lebih lama.

Namun, konsumsi berlebihan dari pasta dan nasi putih bisa meningkatkan indeks glikemik, yang berdampak pada kadar gula darah.

3. Turki

Kuliner Khas: Pide (roti isi daging atau sayur), Güllaç (puding dari lembaran nasi)

Baca Juga: Doa dan Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan untuk Kesucian dan Kekhusyukan Ibadah

Di Turki, makanan yang populer saat berbuka puasa adalah Pide, roti datar yang diisi dengan daging, keju, atau sayuran, serta Güllaç, puding manis yang terbuat dari lembaran nasi yang direndam dalam susu mawar dan air mawar, sering kali dihiasi dengan kacang-kacangan dan granat.

Sejarah dan Tradisi:

Pide memiliki pengaruh dari tradisi kuliner Ottoman, sedangkan Güllaç berasal dari zaman Ottoman sebagai hidangan penutup yang dimaksudkan untuk memberikan energi setelah puasa yang panjang.

Güllaç menjadi sangat populer di Turki pada bulan Ramadhan.

Pide yang terbuat dari tepung terigu mengandung karbohidrat yang memberi energi cepat, namun jika mengandung terlalu banyak daging atau keju, dapat meningkatkan kadar lemak dan kolesterol.

Güllaç, yang terbuat dari susu, juga kaya akan kalsium, tetapi kadar gula yang tinggi dalam resep tradisional harus diperhatikan untuk menjaga kadar gula darah yang sehat.

4. Arab Saudi

Kuliner Khas: Dates (Kurma), Jareesh (Bubur Gandum)

Di Arab Saudi, kurma adalah makanan utama yang dimakan pertama kali saat berbuka puasa.


Berita Terkait


News Update