JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, menyiagakan personel selama 24 jam untuk membantu masyarakat menghadapi banjir akibat luapan Sungai Ciliwung di sejumlah lokasi di Jakarta.
"Menyiagakan personel gabungan selama 24 jam dari seluruh unsur perangkat daerah," kata Kapusdatin BPBD Jakarta, Mohamad Yohan lewat pesan singkat, Senin, 3 Maret 2025.
BPBD Jakarta sendiri memiliki 267 personel petugas penanggulangan bencana atau TRC yang bersinergi dengan lebih dari 4.226 personel pasukan biru milik Dinas SDA dan ribuan personel lainnya.
"Yang berasal dari Dinas Gulkarmat, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga, dll yang bertugas selama 24 jam," ucapnya.
Baca Juga: Rano Karno Libatkan BMKG Tangani Banjir Jakarta
Dalam menghadapi banjir di sejumlah lokasi dampak luapan kali Ciliwung, BPBD Jakarta melalukan pengecekan sarana dan prasarana yang ada penanggulangan bencana di tingkat Kelurahan.
"BPBD DKI Jakarta mengecek kesiapan elemen pendukung penanganan bencana yang telah didistribusikan BPBD ke kantor-kantor kelurahan seperti tenda, velbed, perahu PE, dayung, pelampung, dan lain-lain," ujarnya.
"Selain itu juga dilaksanakan simulasi pendirian tenda yang melibatkan personil PPSU Kelurahan dan unsur-unsur lainnya," tambahnya.
Baca Juga: Banjir Kiriman Rendam Pengadegan Jaksel, Rumah Pompa Siaga
Di samping itu, Yohan mengatakan BPBD juga selalu menyebarkan informasi terkini mengenai pantauan tinggi muka air (TMA), prakiraan cuaca, peringatan dini cuaca ekstrem dan peringatan dini tinggi gelombang melalui laman bpbd.jakarta.go.id dan media sosial.
"BPBD DKI Jakarta juga memiliki Disaster Early Warning System (DEWS) sebanyak 24 alat yang tersebar di 14 Kelurahan rawan banjir akibat luapan Sungai," katanya.
Menurutnya, BPBP Jakarta juga telah menyiagakan posko siaga bencana. Ada 267 kantor Kelurahan yang ada di Jakarta telah mengaktifkan posko siaga bencana.
"Sebagai implikasi lurah sebagai manajer penanggulangan bencana menurut Kepgub Nomor 1245 Tahun 2020 tentang Penetapan Lurah sebagai Pengelola Penanggulangan Bencana di Wilayah Kelurahan.
BPBD Jakarta juga memiliki posko antisipasi bencana di tingkat provinsi yang beroperasi 24 jam yang juga memonitor posko siaga bencana di seluruh wilayah Kota atau administrasi yang ada di Jakarta.
Masyarakat dapat mengadukan apabila mengalami atau menemukan keadaan darurat melalui Jakarta Siaga 112 secara gratis yang beroperasi 24 jam non-stop.
"Untuk aduan kondisi kemasyarakatan lainnya dapat diadukan melalui Cepat Respon Masyarakat (CRM) yang mengintegrasikan seluruh kanal pengaduan resmi Pemprov DKI Jakarta seperti JAKI, media sosial, dll," kata Yohan.
