Tabung Gas Melon Masih Tersedia di Warung Kelontong, Warga Parung Bogor: Enggak Tahu Besok

Minggu 02 Feb 2025, 22:28 WIB
Toko kelontongan di wilayah Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 2 Februari 2025. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Toko kelontongan di wilayah Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 2 Februari 2025. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Keputusan pemerintah melarang tabung gas 3 kg dijual bebas di pengecer mulai 1 Februari 2025, dinilai menyusahkan masyarakat kecil.

Salah seorang warga Parung, Kabupaten Bogor, Amy, 38 tahun, menyebut dampak dari kebijakan tersebut tidak lama lagi bakal terasa.

Meski belum ada kelangkaan yang berarti, masyarakat khawatir tabung gas 3 kilogram atau tabung gas melon sulit didapatkan.

"Kalau sekarang masih ada di warung Madura juga, enggak tahu besok. Karena putusan pemerintah itu saya khawatir justru malah jadi langkah dan sulit ke depannya," kata Amy, Minggu, 2 Januari 2025.

Baca Juga: Gas Melon 3 Kilogram Langka di Kabupaten Bandung, Banyak Warga Mencari Hingga Kelimpungan

Ibu dua anak itu menyebut, saudaranya di Pamualng, Tangerang Selatan (Tangsel) berkeliling ke tiga toko kelontong untuk membeli tabung gas melon.

Menurutnya, Cerita dari saudaranya itu menambah kekhawatiran ke depannya gas melon benar-benar hilang dari peredaran.

Oleh karena itu, Amy berharap pemerintah masih ada itikad untuk mempertimbangkan matang-matang kebijakan tersebut.

Meski dirinya masih memiliki penghasilan, Amy merasa keberatan apabila beralih gas nonsubsidi. Belum lagi, harga-harga sembako sedang naik.

Baca Juga: Jual Tabung Gas 3 Kg Wajib Punya NIB, Pengecer di Pandeglang: Mau Tidak Mau

"Saya jualan kecil-kecilan pastinya butuh gas, penghasilan juga nggak seberapa, saya nggak sanggup kalau harus ganti ke gas gede (non subsidi)," ucap Amy.

Sementara itu, Andika, 32 tahun, seorang pegawai toko kelontong di Jalan Haji Mawi, Parung, Kabupaten Bogor mengaku masih memiliki beberapa stok gas melon untuk dijual.

Hanya saja, stok tabung gas melon diperkirakan bakal habis atau kosong esok pagi. Hingga siang ini, dirinya masih belum mendapatkan kiriman dari agen langganan.

"Masih ada barang delapan biji mah tapi besok kalau belum datang pasti habis. Saya jual Rp23 ribu per tabung. Enggak ada yang ngambil lebih dari dua, paling banyak dua," katanya.

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Tangerang, Agen Gas Bilang Begini

Perihal larangan pemerintah itu, Andika mengaku belum paham, tergantung dari bosnya sebagai pemilik warung. Ia menyebut, biasanya dirinya memiliki cara untuk bisa mendapatkan tabung gas meski ada larangan, hal itu berkaca dengan larangan penjualan bensin jenis Pertalite.

"Kalau enggak dijual di warung-warung juga nyusahin rakyat biasa, belum lagi ngantrinya, kecuali gratis. Kita juga sebagai penjual eceran untungnya nggak seberapa," ujarnya.


Berita Terkait


News Update