Sementara itu, Andika, 32 tahun, seorang pegawai toko kelontong di Jalan Haji Mawi, Parung, Kabupaten Bogor mengaku masih memiliki beberapa stok gas melon untuk dijual.
Hanya saja, stok tabung gas melon diperkirakan bakal habis atau kosong esok pagi. Hingga siang ini, dirinya masih belum mendapatkan kiriman dari agen langganan.
"Masih ada barang delapan biji mah tapi besok kalau belum datang pasti habis. Saya jual Rp23 ribu per tabung. Enggak ada yang ngambil lebih dari dua, paling banyak dua," katanya.
Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Tangerang, Agen Gas Bilang Begini
Perihal larangan pemerintah itu, Andika mengaku belum paham, tergantung dari bosnya sebagai pemilik warung. Ia menyebut, biasanya dirinya memiliki cara untuk bisa mendapatkan tabung gas meski ada larangan, hal itu berkaca dengan larangan penjualan bensin jenis Pertalite.
"Kalau enggak dijual di warung-warung juga nyusahin rakyat biasa, belum lagi ngantrinya, kecuali gratis. Kita juga sebagai penjual eceran untungnya nggak seberapa," ujarnya.
