POSKOTA.CO.ID - Tren smartphone dengan baterai jumbo semakin terlihat mendominasi pasar Indonesia sepanjang 2026. Jika beberapa tahun lalu kapasitas 5.000 mAh masih dianggap besar, kini sejumlah produsen mulai menghadirkan perangkat dengan baterai 7.000 mAh hingga 8.500 mAh untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin aktif menggunakan ponsel sepanjang hari.
Perubahan pola penggunaan menjadi salah satu faktor utama. Smartphone kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga perangkat kerja, hiburan, navigasi, hingga gaming. Kondisi itu membuat daya tahan baterai menjadi perhatian utama banyak konsumen.
Sejumlah merek seperti OPPO, Vivo, Realme, Motorola, dan POCO mulai aktif merilis ponsel berkapasitas baterai besar di Indonesia.
Bukan hanya menawarkan daya tahan lebih panjang, sebagian besar perangkat terbaru tersebut juga sudah dibekali teknologi fast charging berdaya tinggi hingga fitur reverse charging yang memungkinkan ponsel digunakan layaknya powerbank.
Oppo hingga Poco Ramaikan Persaingan HP Baterai Jumbo
Salah satu perangkat yang cukup menarik perhatian datang dari Oppo A6t Pro 5G. Smartphone ini resmi hadir di Indonesia pada Februari 2026 dengan baterai 7.000 mAh dan dukungan pengisian cepat 80W SUPERVOOC.
Oppo mengklaim perangkat tersebut mampu digunakan menonton YouTube hampir 19 jam dan bermain game seperti Mobile Legends: Bang Bang hingga 12 jam nonstop. “Pengisian dari 1 persen ke 24 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit,” tulis Oppo dalam materi peluncurannya.
Tak hanya itu, Oppo juga menyebut kapasitas baterai perangkat masih dapat bertahan di atas 80 persen setelah melewati 1.800 kali siklus pengisian.
Di segmen yang sama, Vivo Y31d Pro hadir dengan pendekatan serupa. Smartphone ini membawa baterai 7.000 mAh dan fast charging 90 watt.
Vivo mengklaim perangkat dapat bertahan hingga 14 hari dalam mode standby dan mampu memutar musik selama 72 jam. Bahkan ketika baterai tersisa 1 persen, ponsel disebut masih bisa dipakai menelepon sekitar 40 menit.
“Perangkat ini dirancang untuk pengguna dengan mobilitas tinggi seperti pengemudi ojek online maupun pekerja lapangan,” tulis Vivo dalam pengenalannya di Indonesia.
