Sering Kebanjiran, Warga Duren Mekar Depok Trauma Jika Ada Hujan

Minggu 02 Feb 2025, 15:42 WIB
Warga menunjukan lokasi kali yang kerap menjadi penyebab langganan banjir di musim penghujan. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

Warga menunjukan lokasi kali yang kerap menjadi penyebab langganan banjir di musim penghujan. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Warga di Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, dan Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dihantui ketakutan akibat ancaman banjir saat musim penghujan.

Waryono, 63 tahun, warga Perumahan Bukit Sawangan Indah, mengungkapkan penyebab trauma jika hujan terjadi.

Dia menuturkan bahwa tempat tinggalnya kerap menjadi langganan banjir di setiap musim hujan.

Banjir, kata Waryono, terjadi karena pemukiman mereka dilalui oleh Kali Angke, yang meluap saat hujan deras atau menerima kiriman air dari Bogor.

"Setiap kali hujan turun atau ada kiriman air dari Bogor, air biasanya meluap dan membanjiri jalan hingga masuk ke dalam rumah," ujar Waryono saat ditemui Poskota di balai warga Perumahan Bukit Sawangan Indah, Blok D5, RT 03 RW 05, Kelurahan Duren Mekar, Minggu 2 Februari 2025.

Baca Juga: Kadin Jakarta Ungkap Kerugian Akibat Banjir Capai Rp2,1 Triliun Per Tahun

Menurutnya, warga memang melakukan antisipasi menghadapi banjir, tetapi tidak ada persiapan khusus. "Banjir biasanya surut dalam hitungan jam, tidak sampai berhari-hari," tambahnya.

Untuk memantau potensi banjir, warga mendapat informasi dari petugas penjaga Kali Angke.

"Biasanya Pak Rahmat yang menjaga Pos Reni dan BSI akan menginformasikan jika ada kenaikan air di Kali Angke, sehingga warga bisa segera mengantisipasi," jelasnya.

Dia menyebut wilayah yang sering terkena banjir meliputi RT 1, 4, 5, 6, 8, 10, 12, dan 13 di RW 05.

"Daerah ini merupakan dataran rendah, sehingga jika mendapat kiriman air dan hujan turun lama, Kali Angke meluap dan air masuk ke rumah warga. Ketinggian air bisa mencapai 2 meter," ungkapnya.

Meski pemerintah telah memasang dua pompa air di lokasi rawan banjir, Waryono menilai upaya tersebut tidak efektif.

Baca Juga: Dilanda Banjir Setelah Diguyur Hujan Ekstrem, 883 Jiwa di Jakarta Utara Masih Mengungsi

"Pompa air tidak berfungsi karena air yang seharusnya dibuang ke kali justru meluap kembali," ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa pengerukan sedimen di Kali Angke saat Pilkada Wali Kota Depok membantu mengurangi risiko banjir.

"Pengerukan sedalam hampir 2 meter sepanjang 300 meter ini cukup efektif, sehingga banjir tahun ini tidak terlalu parah," tambahnya.

Sementara itu, banjir juga mengancam wilayah RT 3 dan 4 RW 09, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.

Ketua RW 09, Bagus Purwantara, 51 tahun, mengatakan bahwa penyebab utama banjir di daerahnya adalah penyempitan dan pendangkalan Kali Putih.

"Setiap kali hujan deras, 60 Kepala Keluarga di RT 4 dan 70 Kepala Keluarga di RT 3 paling terdampak akibat luapan Kali Putih. Ditambah kiriman air dari Kali Angke, banjir bisa masuk ke rumah warga," jelas Bagus saat ditemui di lokasi Kali Putih, Pengasinan.

Menurutnya, Kali Putih sudah puluhan tahun tidak pernah dinormalisasi, sehingga mengalami pendangkalan.

"Selain itu, masih banyak bagian kali yang belum diturap, sehingga jika air naik, sering terjadi longsor," tambahnya.

Bagus berharap pemerintah Kota Depok segera melakukan normalisasi Kali Putih dengan pengerukan sedimen serta perbaikan turap agar banjir dapat diminimalisir.


Berita Terkait


News Update