Buku dari Naskah Kuno, Bahas Wayang hingga Politik Kontemporer

Selasa 11 Agu 2026, 18:33 WIB
Buku Punika Lampahan Yudhoyono (2026). (Sumber: Dok. Alinea Indonesia)
Buku Punika Lampahan Yudhoyono (2026). (Sumber: Dok. Alinea Indonesia)

POSKOTA.CO.ID - Buku unik ini digarap dari naskah beraksara Jawa tulisan tangan lantas dikaji dan dikaitkan dengan wayang dan politik nasional kontemporer. Adanya nama tokoh Yudhoyono diabadikan cantelan untuk masuk ke dunia politik kontemporer.

Selain itu, bahkan dengan menariknya pada tokoh Jokowi, ada Prabu Yudhoyono dikaitkan dengannya. Dari situ malah tambah menarik setelah dikaitkan kepada isu perseteruan Jokowi dan Roy Suryo.

Buku ini berangkat dari studi filologi, yaitu kajian terhadap naskah tulisan tangan beraksara dan berbahasa Jawa. Objek kajiannya adalah teks naskah Punika Lampahan Yudhoyono (Lakon Yudhoyono) yang terdapat pada naskah berkode 791.53 Pak P. Kode tersebut mengacu pada nomor katalog Radya Pustaka Surakarta yang dikerjakan oleh Nancy Florida.

Naskah berkode 791.53 Pak P berjudul Pakem Ringgit Purwa dan memuat 59 lampahan atau lakon wayang. Di dalam katalog tersebut, PLY menjadi salah satu lakon yang terekam. Secara umum naskah ini menjadi sumber penting untuk memahami struktur dan isi cerita pewayangan Jawa.

Baca Juga: Gudang Penyimpanan Buku SDN Srengseng Sawah Habis Dilalap Si Jago Merah

Yang menarik dari PLY adalah perbedaan judul dengan isi. Meskipun berjudul “Yudhoyono”, tokoh utama dalam teks naskah justru Bambang Sudarsono, bukan Yudhoyono.

Perbedaan inilah yang menjadi tema menarik untuk legitimasi Sudarsono yang kelak jadi raja dan mendorong untuk mengkaji lebih jauh di dalam buku ini.

Buku ini makin mendekatkan bahwa dunia wayang dan politik memang selalu menarik dipertautkan. Ini mengingat kan di zaman Orde Baru, sering dipergelarkan lakon-lakon tertentu.

Seperti lakon Semar Mbabar Jatidiri yang dicurigai sebagai upaya Soeharto mengidentifikasi diri dengan tokoh Semar. Ia juga punya Yayasan Super Semar.

Buku ini diterbitkan Penerbit Alenia Indonesia, bisa dibeli di toko buku maupun E-book. Penulis buku ini tak lain adalah wartawan Poskota.


Berita Terkait


News Update