Padalah nilai Jenjang Jabatan Akademik (JJA) menulis buku teks atau ajar, nilainya tinggi, sama dengannilai menulis di jurnal internasional.
Menulis buku, lanjut Rusman, memang bukan suatu pekerjaan instan, tetapi melalui tahapan-tahapan perencanaan.
Pertama, harus memiliki niat, yaitu keinginan menulis buku yang manfaat. Jika niat sudah dimiliki. Kedua adalah kepercayaan diri. Mampu menulis buku, mampu menyusun kata, kalimat, paragraf dan menjadi buku.
Ketiga, iklas atau tulus. “Menulis buku tidak mengharapkan sesuatu, misalnya materi atau pengharagaan. Pokoknya iklas saja."
Keempat, jika buku yang ditulis buku ilmiah, harus menjunjung tinggi nilai kejujuran. Kejujuran melakukan situasi pada setiap pendapat seseorang. Jujur mengakui apa yang disampaikan adalah pandangan atau pendapat seseorang.
Tahapan kelima atau tahapan terakhir, SIAP. Maksudnya siap menyelesaikan buku tersebut. Tidak menyerah dengan berbagai halangan dan hambatan. Pokoknya siap mengelesaiakan hingga terbit,”papar Rusman Latief .
Bagi dosen yang ingin menulis khusus buku ajar, Rusman menyarakan, tulislah buku sesuai bidang yang diajarkan atau bidang keahlian. Dengan cara demikian akan lebih mudah menulisnya di banding jika menulis buku yang tema kurang dimengerti dan dipahami.
“Tulislah buku sesuai bidang keahlian, dan konsisten pada bidang ilmu yang sama. Misalnya, buku tentang broadcasting. Kosistenlah pada bidang itu."
Jika menulis buku tentang produksi acara televisi nondrama, buku berikut jangan menulis tentang marketing. "Ini akan menyulitkan penerbit untuk mengetahui bidang keahlian kita. Akan muncul keraguan untuk menerbitkannya. Selain itu, pembaca juga akan kebingungan tentang bidang keahlian kita,” ujarnya.
Hal yang perlu diperhatiakn, sebelum menulis, perlu melakukan observasi, penelitian, pengamatan jenis buku-buku yang sudah diterbitkan.
Tujuannya, agar tidak menulis buku yang sama dengan buku yang sudah terbit. Hindari menulis buku yang sama dengan buku yang sudah terbit.Jika pun harus sama bahasannya, bedakan isi dan teknik penyampaiannya.
Sebaiknya, tulislah buku yang berbeda, terutama pada isinya. Jangan menulis buku, merupakan kumpulan kutipan dari buku-buku atau hanya kumpulan pandangan ahli, Jangan buat seperti kliping.
