"Mencontoh hal baik dan membuang jauh hal buruk dari masa lalu, bagian dari sikap mikul dhuwur, mendhem jero" - Harmoko
Negara kita yang merdeka dan berdaulat seperti sekarang ini tak lepas dari jerih payah para pejuang bangsa.
Tidak bisa dipungkiri, tanpa pahlawan negeri, Indonesia tidak akan seperti sekarang ini.
Begitupun sebuah fakta bahwa sosok kita bisa seperti sekarang ini karena orangtua, kakek nenek kita.
Dalam pepatah Jawa dikenal “Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira”, artinya terjadinya dirimu karena diciptakannya ibu bapakmu sehingga kedua orangtua harus dimuliakan.
Saya meyakini kakek nenek moyang kita adalah pejuang, sekecil apapun yang telah dilakukan di eranya, setidaknya untuk keluarganya, lingkungan sekitarnya.
Mereka adalah pahlawan negeri, dalam lingkup terkecil pahlawan bagi keluarganya.
Karenanya dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional kali ini, menjadi momentum bagi setiap anak negeri untuk senantiasa mengingat pengorbanan orangtua, kakek, nenek, leluhur dan para pahlawan.
Mereka telah berkorban demi nusa dan bangsa. Begitu banyak yang mereka korbankan, tak hanya harta benda, tenaga, tetesan darah dan air mata, juga nyawa taruhannya.
Mengingat jasa para pejuang bukan sebatas mengenang masa lalu, bernostalgia dengan peristiwa heroik.
Bukan pula membukukan dalam catatan sejarah penuh makna, yang kadang abai dibaca oleh generasi berikutnya.
