"Setiap hari telepon, pagi sore nanyain kesehatan," paparnya.
Adapun, Jenazah Hadiyanto tiba di rumah duka sekira pukul 15.30 WIB dengan diantar mobil ambulan dari Lapas Kelas I Tangerang.
Saat ambulan jenazah memasuki gang rumah duka, tampak keluarga dan kerabat Almarhum mengumandangkan kalimah tahmid.
Jenazah langsung menuju Musholla Rofi'ul Khoir yang tak jauh dari rumah duka untuk disalatkan.
Saat jenazah diturunkan dari dalam ambulan, tampak Dasri istri Almarhum menangis haru seperti belum bisa merelakan kepergian suaminya.
Keluarga dan kerabat pun bergegas menenangkan Dasri agar mengikhlaskan kepergian sang suami.
Setelah dimasukan ke dalam Mushalla, kain kafan jenazah pun sedikit dibuka di bagian wajah agar keluarga bisa melihat Almarhum Hadiyanto untuk terakhir kalinya.
Setelah disalatkan, jenazah pun segera dibawa ke TPU Semper/Budhi Darma, Cilincing untuk dikebumikan dengan menggunakan ambulan diantar oleh keluarga dan kerabat.
Almarhum ditahan sejak 2019 selama 7 tahun atas kasus Narkotika yang menjeratnya.
Namun setelah melakukan pengajuan pembebasan bersyarat (PB) dan disetujui oleh Kemenkumham, Almarhum akan menghirup udara segar di tahun 2023.
Adapun, Almarhum yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara meninggalkan istri dan satu orang putri yang saat ini sudah berumah tangga. (yono)
