Tepi Pluit : Semuanya Akan Baik-Baik Saja

Minggu 25 Jul 2021, 06:00 WIB
Logo Tepi Pluit
Logo Tepi Pluit

Pandemi Covid-19 ini sudah berjalan lebih dari 1.5 tahun lamanya. Satu persatu sanak saudara dan sahabat bahkan orang tua kita pun menjadi korban, bahkan sampai meninggalkan kita akibat keganasan virus ini.

Kita tidak pernah bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir. Virus Covid-19 terus bermutasi dan mungkin akan semakin kebal terhadap berbagai jenis vaksin yang telah diciptakan.

Pemerintah kita pasti telah berusaha semampunya untuk menekan serta menghilangkan pandemi ini dari Indonesia. Bukan suatu hal yang mudah.

Terus berusaha keras dan berdoa diikuti dengan selalu berbuat baik serta berbagi kepada sesama. (Ilustrasi/Poskota.co.id)

Di sisi lain Pemerintah juga harus terus membagikan bantuan sosial yang adil dan merata untuk rakyat yang terdampak agar perut dapat terisi setiap harinya.

Diperlukan juga peran kita semua untuk membantu Pemerintah dalam hal ini dengan mengikuti prokes ketat dan peraturan yang ditetapkan agar kondisi lebih terkendali.

Kita harus percaya hidup ini sudah diatur, Tuhan YME telah mengatur semuanya. Dan kita mempunyai peran masing-masing dalam hidup di dunia yang hanya sebentar ini.

Bukan berarti kita hanya bisa pasrah, tapi kita harus terus berusaha keras dan berdoa diikuti dengan selalu berbuat baik serta berbagi kepada sesama, agar kebaikan pun berpihak kepada kita baik di dunia ini maupun di alam sesudahnya.

Kita juga perlu pandai bersyukur akan sekecil apapun nikmat yang diberikan-Nya.

Kalaupun ada hal yang tidak sesuai dengan rencana/keinginan kita, kita harus percaya hal tersebut adalah yang terbaik.

Tuhan Maha mengetahui apa yang terbaik untuk kita melalui cara-Nya tersendiri. Dan kita diharapkan bisa menerima dan memahami makna dibalik semua ini. Nrimo ing pandum.

Manusia bukanlah mahluk yang sempurna. Kalaupun ada pihak yang kita rasa kurang tepat dan tidak bijak dalam menyikapi pandemi ini, ataupun yang mengambil keuntungan besar akan situasi ini, janganlah kita saling menghujat dan menimbulkan keresahan bersama.


Berita Terkait


undefined
Opini

Tepi Pluit: Pejabat dan Iklan Diri 

undefined
Opini

Suro dan Muharam

undefined
Opini

Tahun tak Fokus dan Jas Merah 

undefined
Opini

Doktor : "Ngodok yang Kotor-kotor"

undefined
Opini

Mereka yang Lahir di Bulan September

undefined
Opini

Jalan KKN dan Banjir Cipadu Jaya 

undefined
Opini

Jaman Edan Pojok Betawi 

undefined
Opini

Jalan Barito yang Romantis 

undefined
Opini

PPKM: Promosi Produk Kelewat Murah 

undefined
Opini

Warga Ampibi Cipadu Jaya 

undefined
Opini

Ketika Beringin Tumbang  

undefined
Opini

Aku Papua di Rarampa

undefined
Opini

Anggota DPRD Kecam Pemkot Tangerang 

undefined
Opini

Nonton Ketoprak Gajah Mada PDIP

undefined
Opini

Ondel-Ondel Dilarang Ngamen

undefined
Opini

Kisah Kecil di Kelurahan Cipadu Jaya

undefined
Opini

Hasto dan Kisah Asmara Dewa

undefined
Opini

Ratu Hemas dan Pasir Merapi 

undefined
Opini

Warung Kopi Gruham Bagai Sorgaloka

News Update