SERANG, POSKOTA.CO.ID – Banten memiliki berjuta kisah. Mulai dari masuknya Islam, adanya pemikir Islam yang terkenal seantero dunia, perlawanan dan pemberontakan terhadap penjajah adalah kisah yang mewarnai sejarah tanah jawara ini.
Bukti sejarah yang menguatkan hebatnya Banten dari zaman ke zaman banyak ditemui.
Banyaknya bangunan bersejarah merupakan bukti bahwa Banten memiliki perjalanan panjang yang menarik.
Salah satu struktur bangunan yang diduga memiliki nilai sejarah tentang perkembangan ajaran Islam di Banten itu berada di Kampung Pangkalan Nangka, Desa Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Menurut bahasa setempat, lawang artinya pintu dan abang bermakna merah. Mungkin dahulunya bangunan itu berwarna merah atau ada makna lain.
Namun yang pasti, benda yang jika dilihat dari fisiknya masuk kategori Benda Cagar Budaya (BCB) itu diprediksi dibangun pada abad XV.
Kini bangunan dan tempat di sekitarnya banyak dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan arsitektur bangunan dan certa di baliknya.
Di kawasan sekitar bangunan Lawang Abang, terdapat sejumlah klaster makam yang tersebar di sejumlah tempat berbentuk pulau atau “hunyur” di tengah persawahan yang membentang luas.
Deretan nisan kubur atau makam bermotif itu unik, yang diyakini berasal dari Aceh.
Beberapa nisan berdiri di atas makam dengan panjang di atas rata-rata itu berjirat, yang menandakan strata sosial. Terdapat pula sejumlah struktur bangunan yang terbuat dari susunan batu bata merah.
Secara umum bangunan itu selalu mengelilingi beberapa komplek makam dengan bentuk dan ukuran batu nisan yang sangat unik. Batu nisan itu bisa dipastikan berbahan batu andesit yang dipahat secara halus dan teliti.
