“Banjir mulai terjadi sejak pukul 18:30 WIB, karena air laut pasang,” ungkapnya.
Pulau Seribu
Sejumlah pulau di Kepulauan Seribu juga diterjang banjir rob. Lurah Pulau Pari, Mahtum mengatakan, Pulau Lancang dan Pulau Pari diterjang rob dengan ketinggian 20 Cm hingga 50 Cm hingga mengakibatkan puluhan rumah warga terendam.
“Ada sekitar 44 rumah milik warga yang terendam akibat rob. Rinciannya, 14 rumah di Pulau Pari dan 30 rumah di Pulau Lancang,” paparnya.
Mahtum mengatakan, hingga Jumat pagi banjir telah surut dan sejumlah warga telah membersihkan rumahnya.Namun, warga diminta tetap waspada. “Prakiraan BMKG rob masih akan berlangsung. Kalau tidak memungkinkan agar segera mengungsi ketempat yang lebih tinggi atau ke rumah family,” ujarnya.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta pada Kamis (4/6/2020) telah memberi peringatan kepada warga pesisir akan datangnya banjir rob. Peringatan diberikan setelah tinggi permukaan air di Pintu Air Pasar Ikan, Penjaringan naik dan berstatus siaga 1. Kawasan yang diminta waspada banjir rob adalah Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, CIlincing dan Kalibaru
Siapkan Antisipasi
Sementara itu, Lurah Ancol, Rusmin menjelaskan telah menyiapkan berbagai antisipasi apabila banjir rob susulan kembali menerjang permukiman warga. Di antaranya, dengan mendirikan posko bencana
dan patroli bersama.
“Antisipasinya karena kami sudah tahu ini gejala alam, maka kami antisipasi jaga bersama-sama bilamana air datang,” ucapnya.
Berdasarkan pengalaman adanya banjir rob, pihaknya juga mengimbau warga menyiapkan barang berharga dahulu, serta mengevakuasi bayi atau lansia ke tempat kerabat. “Jadi harus menyiapkan diri. Seperti anak dan keluarga harus sudah siap, tidak
dadakan. Itu yang kami imbau ke warga,” jelas Rusmin. (deny/ta/ird)
