Tak Ada Sabun di Kantor Walikota Jaksel untuk Gerakan Cuci Tangan Cegah Corona

Selasa 03 Mar 2020, 21:50 WIB
Seorang pengujung sedang menunjukkan tempat sabun di taoliet yang kosong. (wandi)
Seorang pengujung sedang menunjukkan tempat sabun di taoliet yang kosong. (wandi)

JAKARTA - Pegawai dan pengujung Kantor Walikota Jakarta Selatan  mengeluhkan ketiadaan sabun untuk gerakan mencuci tangan guna mencegah penularan Virus Corona yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Di gedung Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, persediaan sabun untuk mencuci tangan tidak terlihat di kamar mandi gedung tersebut.

“Meski ada enggak ada wabah virus Corona, sabun cuci tangan di toilet kantor Walikota Jakarta Selatan ini memang selalu kosong. Yang ada wadahnya saja, kalau sudah seperti ini kami akan ngadu kepada siapa,” kata Robin, seorang pengunjung, saat ditemui di lantai 6 gedung Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Pria ini juga mempertanyakan tidak adanya persediaan sabun cuci tangan tersebut. Padahal, kata dia, virus Corona dikabarkan sudah menyasar dua orang warga Depok, Jawa Barat.

“Makanya warga Jakarta dihimbau untuk mencuci tangan menggunakan sabun, tapi kenyataan kantor pemerintah ini seakan-akan tidak mendukung antisipasi pencegahan virus corona tersebut,” kata Robi.

Keluhan yang sama juga disampakan oleh Ran, seorang PNS yang berkantor di Wali Kota Jakarta Selatan. Dia juga mempertanyakan tidak adanya sabun cuci tangan di toilet gedung tersebut. Menurutnya, tidak hanya di lantai 6, tempat sabun dalam kondisi kosong terlihat juga di setiap toilet gedung.

“Tempat sabun hanya pajangan saja. Terkadang isinya cuma air, gimana kita mau pakai sabun saat cuci tangan,” keluh Ran.

Sementrara itu, terkait hal ini, Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Wali Kota Jakarta Selatan Cispayer Sinaga mengakui tidak adanya sabun cuci tangan pada toilet gedung. Dia juga beralasan, kondisi tersebut terjadi karena belum berjalannya pengadaan sabun cuci tangan.

"Ini kita masih proses pengadaan kita, itulah sulitnya kita kalau Januari-Februari kita nggak bisa langsung ada itu (pengadaan selesai)," kata Cispayer Sinaga.

Memang sabun cuci tangan yang ada di setiap toilet Kantor Wali Kota Jakarta Selatan merupakan tanggung jawab bagian umum. Selama ini, persediaan sabun cuci tangan di toilet dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung itu.

 "Iya memang (tanggung jawab) bagian umum, tiap hari dicek, apa sudah habis atau masih ada, itu nanti diisi. Mungkin dua minggu lagi kita dahulukan untuk pengadaan sabun," ucapnya.

Ia punberjanji akan mempercepat proses pengadaan sabun cuci tangan. Meski hal tersebut, katanya, bertentangan dengan prosedur pengadaan barang.  “Tapi kan kita salah nanti kalau langsung beli, nanti salah lagi. Ini anggaran siapa gitu lagi nanti," ungkap Cispayer. (wandi/win)


News Update