Keluarga Darya Bantah Almarhum Meninggal Karena Virus Corona

Selasa 03 Mar 2020, 14:10 WIB
Jenazah korban yang diduga terkena virus corona tiba di rumah duka, Mangunjaya, Tambun Selatan. (saban)
Jenazah korban yang diduga terkena virus corona tiba di rumah duka, Mangunjaya, Tambun Selatan. (saban)

BEKASI –  Keluarga almarhum Darja (50) membantah kalau almarhum terinveksi virus corona (Covid-19).

Ini dikatakan perwakilan keluarga Sudrajat sesaat setelah jenazah  tiba di rumah duka Perumahan Villa Bekasi Indah I RT 008/012 Desa Mangunjaya-Tambun Selatan, Selasa (3/3/2020).

“Dari rumah sakit Dokter Hafis di Cianjur dokter juga menyatakan ini negative virus corona,” ujar Sudrajat perwakilan keluarga.

Menurutnya munculnya viral kasus corona setelah beberapa wartawan di Cianjur bertanya dan seperti mencari sensasi.

Keluarga  meminta masyarakat tidak memvonis kalau almarhum terkena corona, “Boleh Tanya ke dokter kalau memang tidak percaya,” ujar Sudrajat, sambil mengatakan dirinya sengaja tidak memakai masker dalam memberi keterangan.

Sementara itu di rumah duka, Nampak tenda berukuran 4 x 4 meter sudah terpasang dan saat jenazah tiba, dua petugas mengenakan penutup pakaian rapih sesuai standar penanganan penyakit corona menurunkan jenazah yang dibungkus kantong jenazah.

Kemudian setelah disalatkan lalu dimakamkan di TPU Mangunjaya, Tambun Selatan.

Sebelumnya ramai di media social seorang warga Bekasi yang bekerja di BUMN meninggal dunia diduga terserang covid 19 atau Corona.

Korban meninggal di Cianjur dengan sejumlah gejala, mulai dari batuk, flu, dan sesak nafas sepulangnya dari tugas ke Malaysia pada 14-17 Februari lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga Bekasi yang tengah berkunjung ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu meninggal pada Selasa (3/3/2020) pukul 04.00 WIB.

“Meninggal tadi pagi di RSDH, belum sempat dirujuk ke Bandung,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Yusman Faisal, Selasa (3/3/2020). (saban/tri)


News Update