JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan seluruh alat kelengkapan pemilu berupa kertas suara, kotak suara dan tinta sudah sampai di 29.010 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di lima wilayah.
Sebanyak 7.761.598 daftar pemilih tetap (DPT) dan 13.503 pemilih tambahan (DPTb) akan melakukan pencoblosan pada pilpres dan pilpres, Rabu (17/4/2019) .
"Semua TPS sudah siap. Begitu pula dengan alat kelengkapannya berupa kertas suara, kotak suara dan tintanya, sudah lengkap, "kata Betty Apsilon Idroes, Selasa (16/4).
Ia menyatakan, beberapa kotak suara yang sebelumnya rusak sudah dikirim penggantiannya ke wilayah masing masing."Pemilu damai siap kita gelar, "katanya.
Data di KPU DKI Jakarta menunjukkan pemilih itu tersebar di Jakarta Pusat 809.975 pemilih, Jakarta Utara 1.253.753 pemilih, Jakarta Timur 2.246.279 pemilih, Jakarta Selatan 1.694.316 pemilih, Jakarta Barat 1.738.262 pemilih, dan Kepulauan Seribu 19.013 pemilih.
Sedangkan, pemilih DPTb tersebar di Jakarta Pusat 2.422 pemilih, Jakarta Timur 7.897 pemilih, Jakarta Selatan 1.352 pemilih, dan Kepulauan Seribu 1.832 pemilih.
Betty menjelaskan, dari total jumlah pemilih yang terdaftar di Ibu kota, terdapat 3.874.021 pemilih laki-laki dan 3.887.577 pemilih perempuan.
Jumlah terbanyak di DKI Jakarta berada di Jakarta Timur dengan jumlah 2.246.279 pemilih, dan memiliki Tempat Pemungutan Suara (TPS) terbesar yaitu 8.206 (TPS). "Sedangkan, jumlah pemilih terkecil berada di kota administrasi Kepulauan Seribu sebanyak 19.013 pemilih dan 70 TPS," ujarnya.
Ribuan TPS Rawan Konflik
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mencatatada 8.204 TPS termasuk rawan konflik.
Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, Jakarta Barat merupakan wilayah dengan jumlah TPS rawan terbanyak, yaitu 4.137 TPS.
"Paling banyak kan ada di Jakarta Barat ya, 4.137 TPS. Yang paling banyak kedua itu di Jakarta Timur sebanyak 2.488 TPS," kata Puadi.
Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat masing-masing terdapat 826 dan 457 TPS yang rawan. Sedangkan, jumlah TPS rawan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu adalah 239 dan 57 TPS.
Penyebab konflik itu antara lain kampanye di TPS jelang pencoblosan, pemilih tak terdaftar, praktek menghasut serta masalah netralitas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan. Suara).
Mengantisipasi itu, Bawaslu menggencarkan patroli di TPS-TPS yang dianggap rawan. "Patroli dari tengah malam sampai dini hari ke titik-titik TPS untuk mengantisipasi segala bentuk kecurangan seperti misalnya serangan fajar," kata Puadi.(john/b)
KPU DKI Jakarta Pastikan Pemilu 17 April Siap Digelar
Selasa 16 Apr 2019, 21:26 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
OLAHRAGA
Klik Link Live Streaming Persib Bandung vs Tampines Rovers Piala Presiden 2026, Kick Off Pukul 19.30 WIB
JAKARTA RAYA
Marak Peredaran Obat Keras di Jakpus, 118.494 Butir Disita Sepanjang Januari - Juli 2026
OLAHRAGA
2 Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2026, Sore Ini Jam 17.00 WIB
Nasional
Peran Setya Budi Dias Oktavianto Apa? Ini Sosok Staf KPK yang Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
JAKARTA RAYA
Nyumarno Partai Apa? Ini Profil Anggota DPRD Bekasi yang Ditahan Terkait Dugaan Pengeroyokan