JAKARTA – Calon presiden Joko Widodo berikrar membawa Indonesia sebagai negara yang kuat secara ekonomi. Bersama Ma'ruf Amin, Jokowi berjanji tidak akan ada lagi rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan jika kembali diberi kesempatan menjadi Presiden. Menurutnya dengan penguatan di sektor ekonomi, kesejahteraan rakyat akan tercapai. "Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, bapak ibu yang hadir di GBK. Saya dan Pak Maruf Amin telah sepakat mewakafkan diri kami berdua untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Kita memastikan lima tahu ke depan lebih kuat ekonominya," katanya di hadapan ratusan ribu pendukung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). "Untuk petani, nelayan, guru, dokter, PNS, TNI Polri, seniman, pekerja kreatif, pengusaha kecil menengah besar, anak muda ibu-ibu,bapak-bapak, kami bertekad tidak ada lagi rakyat yang teringgal di bawah garis kemiskinan," imbuhnya. Di sektor ekonomi Jokowi mengingatkan Indonesia merupakan anggota G20 yang berarti sebagai negara degan ekonomi kuat. Bahkan dia menyebut Indonesia berproyeksi bisa menjadi negara keempat di dunia yang memiliki ekonomi terkuat. "Oleh sebab itu kita harus menyiapkan, menghadapi tantangan dan rintangan. Jangan sampai kita merasa lemah, rendah karena bangsa ini adalah bangsa besar, negara besar," katanya. "Saya sore hari ini sangat bersemangat, optimis. Meski saya tahu sudah sejak pagi, siang, kemarin berada di GBK ini. Sebab itu saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," tutur dia. (ikbal/tri) https://youtu.be/tEk1dGrKrHU
Jokowi Janji Tidak Ada Lagi Rakyat yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Sabtu 13 Apr 2019, 18:46 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Benarkah Fitri Pernah Jadi Asisten Sarwendah? Pengakuannya soal Ritual Gunung Kawi Jadi Sorotan
HIBURAN
Siapa Poppy Nupitasari? Sosok yang Diduga Dilaporkan Tantri Kotak dalam Kasus Penipuan hingga Rp10 Miliar