JAKARTA – Capres nomor urut 01, Prabowo Subianto, memulai menyampaikan visi dan misi dalam debat Capres di Hotel Shangri-La, Sabtu (30/3/2019) malam. Prabowo mengatakan Pancasila adalah ideologi final, hasil kompromi besar, kecemerlangan dari generasi pendiri bangsa yang mempersatukan ratuan etnis, suku agama besar, budaya berlainan dengan bahas aberlainan. “Kami bertekad mempertahankan Pancasila sampai titik darah terakhir, saya sejak 18 tahun telah tanda tanan sumpah untuk membela NKRI berdasarkan UUD dan Pancasila, jika ada yang ingin mengubah akan saya hadapi dengan jiwa dan raga,” ujarnya. Di bidang pemerintahan, sambungnya, lembaga pemerintahan harus kuat untuk membantu negara dan program baru akan dilaksankan . “Tak mungkin program, sehebat apapun, bila lembaga lemah, banyak korupsi, jual beli jabatan, negara tak mungkin laksanakan pembangunan,” tambahnya. “Kami akan bersihkan lembaga pemerintah, perkuat lembaga pemerintan dan perbaikin kualitas hidup aparat pemerintah.” Mengenai korupsi, ia mengatakan Indonesia berada dalam taraf yang parah. “Stadium empat,” ucapnya. “Takyat tak mau negara terus begini, ingin negara dgn pemerintahan tak korup.” Ia juga mengatakan masalah keamanan terlalku lemah karena kecilnya anggaran. Hal ini akan diperbaiki bila ia menjadi presiden. Soal hubungan internasional, Prabowo mengatakan akan mebuka hubungan baik dengan seluruh dunia. “Hubungan yang saling menguntungkan, membela rakyat yang utama,” tutupnya. (yendhi/yp)
Prabowo Sebut Korupsi di Indonesia dalam Taraf yang Parah
Sabtu 30 Mar 2019, 20:25 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
JAKARTA RAYA
Jaga Ekosistem Laut Kepulauan Seribu, Pemprov DKI Lakukan Transplantasi 2.671 Substrat Karang di Empat Pulau
HIBURAN
Benarkah Fitri Pernah Jadi Asisten Sarwendah? Pengakuannya soal Ritual Gunung Kawi Jadi Sorotan
JAKARTA RAYA
Siswi SMA Tewas Tersangkut Kabel, Anggota DPRD Kenneth Nilai Ada Kelalaian Pengelolaan Utilitas di Jakarta