Ma'ruf Amin Nilai Istilah Sedeqah Putih Paslon 02 Kacaukan Pemahaman Masyarakat

Minggu 17 Mar 2019, 22:22 WIB

JAKARTA – Istilah sedeqah putih dinilai Cawapres 02 Ma’ruf Amin sudah memberikan pemahaman yang mengacaukan pada masyarakat. Ma’ruf mengatakan  program Sedekah Putih bukan program tepat untuk mengatasi stunting. Sebab program Prabowo-Sandiaga Uno itu disebut terlambat mencegah stunting sejak bayi dilahirkan. Seharusnya, bayi mendapat asupan ASI selama 2 tahun dan wajib mendapat kolustrum atau aluba. Sandiaga menyebut Sedekah Putih adalah program partisipatif masyarakat membantu menyumbangkan susu dan kacang hijau untuk pertumbuhan anak. "Masalah stunting sangat sangat ada dalam tahap gawat darurat. Sepertiga anak anak kita kekurangan asupan gizi, Prabowo Sandi meluncurkan program Indonesia Emas, salah satu aspek memastikan emak-emak mendapatkan protein cukup, susu, asupan protein dan sebagainya. Melalui program ini diharapkan bisa mengurangi stunting signifikan 5 tahun ke depan sesuai target," papar Sandiaga. Sandiaga  mengatakan pemerintah harus melibatkan masyarakat untuk berkontribusi lewat program Sedekah Putih. "Ini program partisipasi kolaboratif karena tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri harus melibatkan pihak pihak lain termasuk dunia usaha," kata Sandiaga. Ma'ruf Amin meluruskan persoalan penanganan stunting. Pencegahan harus dilakukan dengan kondisi gizi cukup ibu hamil hingga 2 tahun usia bayi. "Susu diberikan 2 tahun tidak lagi berpengaruh untuk stunting, maka tidak bisa diatasi setelah 2 tahun disusukan anaknya," kata Ma'ruf. Ma’ruf menambahkan, kami ingin apa yang dilakukan pemerintah yang berhasil menurunkan stunting dari 37-30 persen. Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga sanitasi, serta memberikan  sembako pada ibu-ibu saat hamil. Upaya ini, lanjutnya, juga dilakukan sejak dari belum menikah dengan memberikan edukasi dan pengetahuan tentang masalah kesehatan anak sejak dini.(ikbal/tri)


News Update