TANGERANG, POSKOTA.CO.ID – Pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 resmi berakhir usai digelar selama 14 hari sejak 26 Oktober lalu. Pada hari terakhir penindakan, Minggu, 8 November 2026, Polresta Tangerang memfokuskan kegiatan imbauan dan edukasi bagi para pengguna jalan di Jalan Raya Serang KM 16, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa.
Dalam kegiatan penutupan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif memberikan pemahaman kepada pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi menekan angka kecelakaan.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, menjelaskan bahwa fokus utama dalam penutupan operasi ini adalah membangun budaya disiplin berkendara yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
"Petugas lebih menekankan edukasi dan mengingatkan kembali bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan butuh kesadaran dari setiap pengguna jalan," ujar Fery kepada Poskota di lokasi kegiatan, Minggu.
Baca Juga: Polri Gelar Operasi Patuh Jaya 14-27 Juli 2025, Ini Jenis Pelanggaran yang Diincar
Fery menegaskan, keberhasilan dalam menciptakan iklim lalu lintas yang aman dan tertib tidak bisa dicapai secara sepihak. Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama.
Pihaknya berharap, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas tidak mendadak turun setelah masa operasi kepolisian ini selesai.
"Budaya tertib berlalu lintas harus tumbuh dari kesadaran individu. Kami berharap masyarakat tetap disiplin menjadikan aturan lalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat ada petugas atau ada operasi," tegasnya.
Selain itu, Fery juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan serta memberikan contoh teladan dalam berkendara, baik di lingkungan keluarga maupun tempat tinggal masing-masing.
Adapun Operasi Patuh Maung 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 dirancang sebagai langkah strategis Polri untuk meningkatkan efektivitas disiplin berkendara sekaligus menekan potensi pelanggaran lalu lintas.
"Dengan keterlibatan semua pihak, kami optimistis budaya tertib berlalu lintas dapat terus tumbuh demi mewujudkan jalan raya yang aman dan berkeselamatan," tutur Fery.
