PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID – Ratusan sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapatkan bantuan pembangunan infrastruktur melalui program revitalisasi pemerintah pusat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, program ini mencakup sekitar 160 SD, 60 lembaga PAUD, dan 20 SMP yang tersebar di wilayah Pandeglang.
Kepala Disdikpora Pandeglang, Suroto, menjelaskan bahwa pengajuan revitalisasi sekolah pada dasarnya ditempuh melalui dua jalur, yakni jalur reguler dan nonreguler.
"Jalur reguler diajukan resmi melalui Disdikpora dan kepala daerah. Sementara jalur nonreguler bisa bergulir lewat aspirasi anggota DPR, pemuda pelopor, hingga organisasi kemasyarakatan," kata Suroto saat dikonfirmasi Poskota, Minggu, 8 November 2026.
Baca Juga: Warga Berswadaya Beli Aspal Jalan Kabupaten, 30 Tahun Nantikan Perbaikan Pemkab Pandeglang
Menanggapi spekulasi mengenai potensi intervensi dinas dalam penentuan penerima hibah, Suroto menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan program prioritas Presiden yang ditangani secara profesional dan independen oleh pemerintah pusat.
Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani langsung oleh direktorat teknis terkait di kementerian bersama para kepala sekolah penerima manfaat.
"Tidak ada program yang dikondisikan atau usulan yang dikawal khusus oleh Disdikpora. Semuanya murni langsung dari pusat ke pihak sekolah," tegas Suroto.
Kendati demikian, Disdikpora Pandeglang tidak lepas tangan. Sesuai pakta integritas yang telah ditandatangani, pihak dinas daerah memegang peran penting dalam melakukan pendampingan dan pembinaan berkala selama proses pembangunan berjalan.
Baca Juga: Jembatan Kampung Citoke Ambruk, Akses Utama Petani dan Anak Sekolah di Pandeglang Terputus
Terkait pelaksanaan pengerjaan fisik di lapangan, Suroto menyebutkan status progres tiap sekolah bervariasi mulai dari yang telah rampung, masih berjalan, hingga baru tahap bimbingan teknis (bimtek). Seluruh pengerjaan dikelola secara mandiri oleh sekolah (swakelola).
"Lewat pembenahan sarana dan prasarana ini, kita berharap lingkungan belajar mengajar di Pandeglang makin layak, aman, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan siswa," pungkasnya.
