BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Rumah Yatim berkolaborasi dengan Departemen Radiologi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di Kantor Pusat Rumah Yatim, Bandung, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini menghadirkan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga berupaya memperluas akses edukasi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Berdasarkan susunan kegiatan, program ini dirancang untuk menjangkau 117 peserta melalui sejumlah sesi penyuluhan dan screening kesehatan.
Baca Juga: Jadwal Ganjil Genap Puncak Bogor 7-8 November 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Aturannya
Rumah Yatim dan FKG UNPAD Perkuat Kolaborasi di Bidang Kesehatan
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Direktur Utama Rumah Yatim, Nugroho Bejo Wismono. Sementara itu, FKG UNPAD diwakili Kepala Departemen Radiologi Kedokteran Gigi, Merry Annisa Damayanti, drg., Sp.RKG., Subsp.Rad.P(K).
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penyerahan donasi buku Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara simbolis dari FKG UNPAD kepada Rumah Yatim.
Donasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kebiasaan hidup sehat. Materi edukasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur Utama Rumah Yatim, Nugroho Bejo Wismono, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin. Menurutnya, kegiatan sosial tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga perlu menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Bagi Rumah Yatim, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui edukasi dan pelayanan kesehatan," ungkap Nugroho.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Penyuluhan dan Screening Kesehatan Menjangkau 117 Peserta
Dari pihak FKG UNPAD, Merry Annisa Damayanti menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki civitas akademika agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini," tuturnya.
Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti rangkaian penyuluhan kesehatan yang dibagi dalam beberapa sesi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan screening kesehatan bagi peserta anak-anak dan dewasa.
Berikut beberapa rangkaian utama dalam kegiatan tersebut:
- Penyuluhan kesehatan: Memberikan informasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
- Screening kesehatan: Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui kondisi kesehatan, khususnya terkait gigi dan mulut.
- Donasi buku PHBS: Penyerahan bahan edukasi untuk mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Pelayanan bagi anak dan dewasa: Kegiatan dirancang untuk menjangkau kelompok peserta dari berbagai usia.
- Kolaborasi institusi: Menghubungkan lembaga sosial dan perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Disanksi BGN Akibat Laporan Dana Harian, 7 Dapur MBG di Malingping Lebak Kini Kembali Beroperasi
Dorong Akses Edukasi Kesehatan Lebih Luas
Kolaborasi Rumah Yatim dan FKG UNPAD menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi tubuh dan mengetahui apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, penyuluhan memberikan pemahaman agar masyarakat lebih memperhatikan kebiasaan hidup sehat.
Melalui kegiatan ini, Rumah Yatim berharap program pengabdian masyarakat dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga lewat edukasi serta pelayanan yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
