"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki civitas akademika agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini," tuturnya.
Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti rangkaian penyuluhan kesehatan yang dibagi dalam beberapa sesi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan screening kesehatan bagi peserta anak-anak dan dewasa.
Berikut beberapa rangkaian utama dalam kegiatan tersebut:
- Penyuluhan kesehatan: Memberikan informasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
- Screening kesehatan: Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui kondisi kesehatan, khususnya terkait gigi dan mulut.
- Donasi buku PHBS: Penyerahan bahan edukasi untuk mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Pelayanan bagi anak dan dewasa: Kegiatan dirancang untuk menjangkau kelompok peserta dari berbagai usia.
- Kolaborasi institusi: Menghubungkan lembaga sosial dan perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Disanksi BGN Akibat Laporan Dana Harian, 7 Dapur MBG di Malingping Lebak Kini Kembali Beroperasi
Dorong Akses Edukasi Kesehatan Lebih Luas
Kolaborasi Rumah Yatim dan FKG UNPAD menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi tubuh dan mengetahui apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, penyuluhan memberikan pemahaman agar masyarakat lebih memperhatikan kebiasaan hidup sehat.
Melalui kegiatan ini, Rumah Yatim berharap program pengabdian masyarakat dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga lewat edukasi serta pelayanan yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
