Sulap Musuh jadi Kawan, Ring Tinju Kampung Melayu sebagai Wadah Tekan Tawuran di Jakarta Timur

Jumat 06 Nov 2026, 21:38 WIB
Arena tinju di kolong Flyover Kampung Melayu. (Sumber: Poskota/Syifa)
Arena tinju di kolong Flyover Kampung Melayu. (Sumber: Poskota/Syifa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kehadiran ring tinju di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi kesempatan bagi warga untuk menyalurkan energi melalui kegiatan positif sekaligus mempererat hubungan antarkelompok yang sebelumnya kerap terlibat tawuran.

Salah satu warga yang ikut memanfaatkan fasilitas tersebut, Jabar, 28 tahun, mengaku keberadaan ring tinju membuat dirinya bisa bertemu dan berlatih bersama orang-orang dari kelompok berbeda. Bahkan, beberapa di antaranya dahulu memiliki hubungan kurang baik.

Ia mengatakan, kebiasaan berlatih bersama perlahan membuat hubungan yang sebelumnya diwarnai perselisihan berubah menjadi pertemanan.

“Iya, yang dulunya musuh sekarang jadi latihan bareng sih," ujar Jabar saat ditemui Poskota di lokasi, Kamis, 6 November 2026. 

Baca Juga: Ubah Kolong Flyover dan Bekas TPS, Cara Pemprov DKI Jakarta Atasi Sampah Sekaligus Tawuran di Kampung Melayu

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan perubahan bagi dirinya. Selain memiliki lingkungan pertemanan baru, latihan tinju membuat kondisi tubuh lebih sehat dan bugar.

“Manfaat adanya ring tinju ini bikin lebih sehat trus bugar juga,” katanya.

Sementara itu, Tri Wahyudi, 19 tahun yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut menilai ring tinju dapat menjadi wadah untuk merangkul anak-anak muda yang selama ini terlibat tawuran.

Ia menyebut, pendekatan dengan merangkul kelompok-kelompok tersebut lebih efektif dibandingkan menjauhi atau menghakimi mereka.

Baca Juga: Fasilitas Olahraga Efektif Tekan Angka Tawuran, Kriminolog UI Sebut Pembenahan Sosial Perlu Berkelanjutan

“Ya kita juga enggak bisa nge-judge kelompok A, kelompok B. Satu-satunya cara ya merangkul mereka, jangan dimusuhi. Karena mereka sebenarnya salah jalan,” ujar Tri. 

Menurutnya, sebagian anak muda yang terlibat tawuran sebenarnya sedang mencari jati diri, tetapi menyalurkannya melalui cara yang keliru. Padahal, energi tersebut bisa diarahkan untuk meraih prestasi, salah satunya melalui olahraga tinju.

“Padahal nyari jati diri ini di sini nih, lewat prestasi. Energinya positif di ring tinju,” katanya.

Ia mengungkapkan, sejumlah anggota kelompok yang sebelumnya kerap terlibat tawuran kini mulai bergabung dan berlatih bersama.

Baca Juga: Oki Rengga Minta Maaf Usai Larang Spanduk Karhutla di Laga PSMS vs Persija

Untuk membangun kebersamaan tersebut, setiap orang perlu mengesampingkan ego masing-masing dan memiliki keinginan untuk berubah.

“Lepas ego kita masing-masing. Mau ngerubah jadi lebih baik aja,” tuturnya.

Ke depan, ring tinju tersebut akan dilengkapi jadwal latihan dan didampingi lima orang pelatih. Peserta juga akan mendapatkan pembelajaran secara bertahap, mulai dari teknik dasar seperti jab, straight, hook, hingga uppercut.

Fasilitas ini terbuka bagi masyarakat yang ingin berlatih. Sarung tinju juga telah disediakan, meski peserta diperbolehkan membawa perlengkapan sendiri agar kegiatan latihan lebih nyaman.

Ia berharap keberadaan ring tinju tersebut dapat membantu menekan angka tawuran, khususnya di wilayah Jakarta Timur yang selama ini masih menghadapi persoalan konflik antarkelompok.

“Ya semoga sih tawuran cepat berhenti. Walaupun enggak berhenti, ya berkurang minimal,” pungkasnya. (M4) 


Berita Terkait


News Update