Buat ringkasan profil yang singkat. Jelaskan latar belakang, bidang keahlian, dan pengalaman utama dalam beberapa kalimat. Hindari deskripsi terlalu umum yang tidak menunjukkan kemampuan spesifik.
Utamakan pengalaman yang relevan. Tidak semua pekerjaan harus dimasukkan. Pilih pengalaman yang memiliki hubungan dengan posisi yang sedang dilamar agar perekrut lebih mudah melihat kecocokan kandidat.
Tampilkan pencapaian, bukan hanya tanggung jawab. Misalnya, daripada sekadar menulis bertugas mengelola media sosial, jelaskan hasil pekerjaan seperti peningkatan jangkauan konten atau pertumbuhan jumlah pengikut jika memiliki data pendukung.
Gunakan desain sederhana dan mudah dibaca. Hindari terlalu banyak warna, ornamen, atau jenis huruf berbeda. Pastikan informasi tersusun rapi dan tidak terlalu padat.
Baca Juga: Shin Tae-yong Sakit Apa? Ini Kondisi Terkini Pelatih Persija Jakarta Jelang Lawan Persebaya di JIS
Sesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar
Satu hal yang sering terlewat adalah menggunakan CV yang sama untuk seluruh lowongan pekerjaan. Padahal, setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan kualifikasi berbeda.
Pelamar sebaiknya membaca deskripsi pekerjaan terlebih dahulu, kemudian menyesuaikan pengalaman serta keterampilan yang ditampilkan. Penggunaan kata kunci yang sesuai dengan persyaratan lowongan juga dapat membantu CV lebih mudah dikenali sistem penyaringan otomatis atau Applicant Tracking System (ATS).
Namun, kata kunci tetap harus digunakan secara wajar dan sesuai kemampuan sebenarnya. Jangan mencantumkan keterampilan yang belum dikuasai hanya demi terlihat cocok dengan kebutuhan perusahaan.
Pada akhirnya, CV yang baik bukan berarti harus memiliki desain mewah atau halaman yang panjang. Hal terpenting adalah bagaimana pelamar mampu menyampaikan pengalaman, kemampuan, dan pencapaiannya secara jujur serta terarah.
Dengan penyusunan yang tepat, CV dapat menjadi langkah awal untuk membuka kesempatan mengikuti tahapan rekrutmen berikutnya.
