Obrolan Warteg: Kian Butuh Ruang Berembuk Samakan Arah

Selasa 03 Nov 2026, 08:27 WIB
Obrolan warteg hari ini, Selasa, 3 November 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Obrolan warteg hari ini, Selasa, 3 November 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID - Kita membutuhkan ruang untuk berembuk, menyatukan ide, dan menyamakan arah. Forum seperti ini penting untuk memperluas perspektif dan menemukan pendekatan-pendekatan baru dalam menjawab tantangan pembangunan.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Kehormatan Rembuk Pemuda, Hashim Djojohadikusumo dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RNPI) Ke-III di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Forum tersebut menghadirkan Mimbar Bebas Aspirasi Daerah dan diskusi panel untuk menampung gagasan serta membahas persoalan yang berkembang di berbagai wilayah.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Beras Subsidi Rakyat Dijual Harga Premium

“Forum yang dikemas cukup menarik, utamanya mimbar bebas aspirasi,” ujar bung Heri mengawali “Obrolan Warteg” bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Berari bebas menyampaikan pendapat dong, misalnya soal MBG, cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, termasuk yang lagi aktual sekarang soal wacana redefinisi korupsi,” kata Yudi.

“Sebagimana namanya, mimbar bebas aspirasi berarti memberi kebebasan bagi peserta untuk berbicara atau berorasi secara bergantian mengenai berbagai isu, baik politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan.” jelas mas Bro.

“Boleh juga memberi kritik kepada pemerintah negara, terkait tata kelola dan pelayanan publik ya?” tanya Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Berharap, Pembalut Bisa Bebas PPN

“Kritik nggak masalah, apalagi bertujuan untuk perbaikan.Yang terpenting disampaikan secara santun dan tepat sasaran, dilengkapi data, bukan berdasarkan apa 'katanya'. 'Kata si A, si B', apalagi berdasarkan konten hoaks,” kata Heri.

“Tetapi apa pun isinya, kritik harus disikapi secara bijak, diterima dengan legowo, terlebih setiap orang memiliki karakter berbeda dalam menyampaikan kritik. Ini yang perlu dipahami,” harap mas Bro.

“Hal menarik lainnya dari rembuk nasional pemuda Indonesia adalah tema yang diusung, yakni “Panggung Gagasan, Karya, dan Aksi Nyata Pemuda dalam Menjemput 100 Tahun Sumpah Pemuda,” kata Yudi.

“Kita tunggu aksi nyata seperti apa yang bakal dihadirkan dua tahun mendatang, pada tahun 2028. Itu sudah memasuki tahun politik, setahun jelang pemilu,” kata Heri.

“Tak perlu menunggu dua tahun lagi, aksi nyata rembuk pemuda sudah dilakukan mulai sekarang, di antaranya bagaimana menyamakan ide, gagasan dan arah sebagai pendekatan baru dalam menghadapi tantangan pembangunan,” kata mas Bro.

“Tantagan ini yang harus dijawab oleh rembuk pemuda dengan menghadirkan gagasan yang brilian. Bahwa dalam prosesnya terdapat perbedaan pandangan, itulah dinamika demokrasi. Tetapi, fakta tidak terbantahkan bahwa perbedaan itulah yang menyatukan. Dengan berembuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Heri.

“Maknanya berembuk kian dibutuhkan,” ujar Yudi.


Berita Terkait


News Update