Oleh: Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - Sudah tiga bulan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda berbagai daerah di Indonesia seperti di Kalimantan dan Sumatra.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat, daerah dan sejumlah lembaga terkait untuk mengatasi karhutla, tetapi belum menunjukkan hasil yang signifikan. Asap tebal masih berdampak pada aktivitas masyarakat, mengganggu penerbangan, kesehatan, sekolah dan ekonomi masyarakat.
Kalangan anggota dewan meminta pemerintah mengambil langkah strategis agar segala kekuatan dapat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran , satu di antaranya menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Ada Atau Tak Ada Kritik, Perbaikan Kinerja Harus Terus Dilakukan
Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah segera mengambil langkah terpadu agar penanganan karhutla berkesinambungan antara pemadaman api dan perlindungan bagi warga terdampak. Agenda perlindungan terhadap masyarakat harus diperkuat selama karhutla berkepanjangan.
“Asap berdampak meluas hingga ke negara tetangga hingga Malaysia kabarnya membuka diri untuk ikut berkontribusi mengatasi karhutla dimaksud,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Haruskah negara kita menerima bantuan asing dalam mengatasi karhutla?” tanya Yudi.
“Persoalannya bukan harus menerima atau menolak, tetapi sudahkah sumber daya yang kita miliki tidak lagi mampu mengatasi karhutla,” kata Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Meraih Kebahagiaan Butuh Perjuangan dan Pengorbanan
“Bukankah menolak bantuan tidak etis, terlebih bantuan penuh dengan keikhlasan,” kata Yudi.
