“Kami sangat mengecam dan menyayangkan tindakan pemerintah dalam penolakan instalasi Sekolah Aman Asap, padahal Sekolah Aman Asap ini sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.
Meskipun menghadapi kendala penolakan di Palangkaraya, Humanies Project menegaskan bahwa misi perlindungan kesehatan anak tidak akan berhenti di sini. Mereka berencana untuk terus membawa dan memasang program serupa di daerah-daerah lain yang membutuhkan.
“Kami masih akan terus menginstalasi di daerah lainnya, di sekolah lainnya, untuk memberikan ruang aman bagi siswa-siswi di tengah bencana karhutla ini,” lanjut pihak Humanies Project menegaskan komitmen mereka.
Pihak yayasan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang agar hak anak atas lingkungan belajar yang sehat tidak dikorbankan. Dialog terbuka dan koordinasi yang baik dinilai sangat penting agar keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama saat bencana karhutla melanda. (M7)
