Tekan Risiko Kabut Asap di Aceh, DPD RI Desak Pemerintah Prioritaskan Kelompok Rentan

Sabtu 17 Okt 2026, 21:55 WIB
Anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani (Sumber: Istimewa)
Anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani (Sumber: Istimewa)

BANDA ACEH, POSKOTA.CO.ID - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Aceh mulai mengancam kesehatan masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani, mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk bergerak cepat, terutama dalam melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terpapar udara buruk.

Paparan asap pekat dinilai berpotensi memicu gangguan pernapasan akut. Darwati menyoroti bahwa anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan menjadi pihak yang paling terancam dalam situasi ini.

“Anak-anak dan lansia harus mendapat perhatian khusus. Kita tidak boleh mengabaikan risiko kesehatan yang ditimbulkan. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas utama,” tegas Darwati saat memberikan keterangannya, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Guna mengantisipasi dampak yang semakin meluas, Darwati mendorong pemerintah daerah merespons kondisi ini melalui tiga langkah konkret:

Baca Juga: Kabut Asap Akibat Karhutla Selimuti Kota Banjarmasin, Ini Langkah Pemerintah

  • Meningkatkan pengawasan kualitas udara dan mempublikasikan informasinya secara berkala agar masyarakat tetap waspada.
  • Memastikan puskesmas dan rumah sakit siap menampung serta menangani pasien dengan keluhan ISPA atau gangguan pernapasan.
  • Mengintensifkan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai akar masalah.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama indeks kualitas udara belum membaik.

Jika timbul gejala sesak napas atau keluhan fisik yang memburuk, warga diminta segera mengakses fasilitas kesehatan terdekat.

“Penanganan kabut asap harus terkoordinasi. Upaya perlindungan medis warga harus berjalan sejajar dengan penanganan sumber kebakaran di lapangan agar dampaknya tidak meluas,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update