JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri menggelar operasi penyisiran dan pembersihan kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, terkait peredaran narkoba.
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto menegaskan pihaknya terus mengejar bandar narkoba yang melarikan diri dan telah mengantongi identitas serta informasi keberadaan para buronan tersebut. Dia memastikan, kaburnya sejumlah bandar saat operasi penyisiran bukan berarti mereka dapat lolos dari jeratan hukum.
"Untuk target memang mereka melarikan diri, tetapi kami sudah memiliki datanya. Kami akan terus melacak keberadaan mereka hingga berhasil ditangkap. Mereka tidak akan bisa bekerja dan tidak akan bisa lari ke mana pun. Pasti akan kami kejar," kata Dadang.
Menurutnya, para bandar tersebut tidak boleh lagi menjadikan masyarakat maupun lingkungan Kampung Bahari sebagai tempat berlindung untuk menjalankan bisnis narkoba. Oleh karena itu, pembenahan kawasan perlu dilakukan agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai lokasi peredaran narkotika.
Baca Juga: Polda Metro Gerebek Lapak Narkoba di Sepanjang Rel, 4 Orang Ditangkap
Ia menilai penanganan persoalan narkoba di Kampung Bahari tidak bisa hanya mengandalkan tindakan kepolisian. Pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan harus terlibat dalam penataan lingkungan serta pembinaan masyarakat.
Dadang juga meminta rumah-rumah liar yang selama ini ditempati para pelaku narkoba ditertibkan. Langkah tersebut perlu dibarengi penataan kawasan agar aktivitas masyarakat yang mencari nafkah secara legal tetap dapat berjalan.
"Asistensi dari stakeholder nanti kami, saya akan bekerja sama supaya nanti kelihatan itu rapi. Nah yang lain-lainnya, rumah-rumah liar yang selama ini ditinggali oleh para pelaku ini harus dibersihkan," ujarnya.
Ia berharap penanganan Kampung Bahari dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari penegakan hukum hingga pembenahan kondisi sosial masyarakat. Dengan demikian, pemberantasan narkoba tidak berhenti setelah petugas meninggalkan lokasi operasi.
Baca Juga: Polda Metro Minta Maaf Acara Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad Diwarnai Polemik
"Saya harapkan nanti para stakeholder ini bersungguh-sungguh menyelesaikan permasalahan ini, tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian," tuturnya.
Ia mencontohkan penataan kawasan Kampung Ambon yang sebelumnya juga menjadi sasaran penanganan peredaran narkoba. Upaya serupa diharapkan dapat diterapkan di Kampung Bahari sehingga kawasan tersebut tidak lagi menjadi tempat berlindung bagi bandar maupun pengguna narkoba.
"Kemarin kita sentuh di wilayah Kampung Ambon, nah diharapkan nanti juga di sini juga, dan tempat ini tidak menjadi tempat yang aman untuk bersarangnya para bandar narkoba, termasuk para pemakai ini," tuturnya.
Jumlah yang Ditangkap Terus Bertambah
Dalam operasi gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, dan Brimob menggerebek sejumlah lokasi telah menangkap puluhan orang. Sebelumnya ada empat orang diringkus, kini bertambah menjadi 27 orang yang diduga terlibat dalam perkara narkoba ditangkap.
"Ada 27 orang yang diamankan, nantinya akan diperiksa lebih lanjut oleh penyidik," ucap Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso.
Selain mengamankan para pelaku, polisi menyita sabu seberat ratusan gram, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pencetak ekstasi, senjata tajam, senjata api, serta alat isap sabu atau bong. Bismo menyebut, dalam penggerebekan tersebut sempat terjadi perlawanan dari pihak yang berada di lokasi, namun petugas tetap fokus menjalankan operasi sesuai sasaran.
"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," tutur dia.
Pihaknya turut menemukan uang tunai yang diduga merupakan hasil penjualan narkoba di lokasi penyimpanan ganja, sebagaimana disampaikan Bismo. Dia memastikan pihaknya akan terus melakukan operasi untuk menindak para pelaku sekaligus memburu bandar pemasok narkotika.
"Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," kata dia.
