Melihat cerahnya pasar data center, perseroan mematok target kapasitas hingga 400 megawatt (MW) dengan ambisi jangka panjang mencapai 1 gigawatt (GW).
Di sektor korporasi dan usaha kecil (B2B ICT), pendapatan tumbuh menjadi Rp11,2 triliun yang banyak ditopang oleh adopsi layanan Indibiz bagi pelaku SME.
Tak ketinggalan, jaringan konektivitas internasional melalui Telin turut tumbuh 5,8 persen YoY menjadi Rp8,9 triliun, ditopang oleh perluasan jalur kabel laut global seperti proyek ICE 1 di Batam dan proyek INSICA.
"Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk penguatan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global," jelas Nanang.
Perampingan Entitas dan Penguatan Aset Jaringan Masa Depan

Di balik raihan angka pendapatan, Telkom juga melakukan penataan internal secara masif melalui pilar transformasi TLKM 30. Langkah penataan portofolio ini diambil agar struktur organisasi perusahaan menjadi lebih ramping (lean) dan responsif terhadap perubahan pasar.
Hingga September 2026, perseroan telah menuntaskan penataan 14 entitas anak termasuk melakukan divestasi pada 3 perusahaan, penggabungan 2 entitas, dan penutupan 9 anak usaha yang dinilai tidak fokus pada bisnis inti.
Baca Juga: Telkom Raih SDG Pioneer Award di Reuters Events Global Sustainability Awards 2026
Efisiensi ini berjalan beriringan dengan realisasi belanja modal (capex) sebesar Rp15,7 triliun yang sebagian besar dikucurkan untuk memperluas jaringan B2C dan infrastruktur digital.
Nanang menekankan bahwa perampingan ini merupakan kunci utama prioritas perseroan di tahun ini.
"Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan," tuturnya.
Salah satu milestone penting dari pembenahan struktur ini adalah tuntasnya pemisahan (spin-off) bisnis konektivitas fiber grosir ke anak usaha InfraNexia pada akhir September 2026.
