POSKOTA.CO.ID - Sosok pembacok Bobotoh atau pendukung Persib Bandung di Bogor akhirnya terungkap. Terduga pelaku diketahui berinisial MIR (29).
Kasus pembunuhan terhadap seorang suporter Persib Bandung berinisial ARK (16) hingga kini masih menjadi perhatian publik. Korban meninggal dunia usai terkena sabetan celurit di bagian punggung.
ARK diketahui tewas usai menyaksikan laga antara Persib Bandung vs Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Baca Juga: Penyidik Dirpolairud Masih Dalami Penyebab Kebakaran KM Batu Mandi, 49 Saksi Diperiksa
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di KM 51 Jalan Raya Jakarta-Bogor. Korban sempat dilarikan ke RSUD Bakti Pajajaran Cibinong, namun sayang nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhan yang viral ini membuat pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku. Terduga pelaku pembunuhan terhadap ARK akhirnya berhasil ditangkap.
Dalam penangkapan itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan kekerasan terhadap ARK hingga tewas.
Penangkapan terhadap tersangka membuat publik penasaran dengan latar belakang kehidupannya hingga kemungkinan sosoknya yang tergabung dalam penggemar klub sepak bola lain.
Lantas, seperti apa latar belakang MIR dan apakah terduga pelaku merupakan bagian dari penggemar klub sepak bola tertentu?
Baca Juga: Penyidik Dirpolairud Masih Dalami Penyebab Kebakaran KM Batu Mandi, 49 Saksi Diperiksa
MIR Penggemar Klub Sepak Bola Mana?
Berdasarkan penelusuran warganet yang dibagikan di media sosial, ditemukan jejak digital pelaku yang berkaitan dengan kelompok suporter sepak bola.
Dari hasil temuan warganet yang dibagikan di media sosial, tersangka MIR diduga merupakan pendukung Persikabo Bogor atau dikenal dengan Ultras Persikabo Curva Sud (UPCS).
Namun, Kepala Kepolisian Resor Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menegaskan tersangka MIR bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola mana pun.
"Saya pastikan bahwa tersangka bukan suporter tim mana pun," kata Arfan dalam konferensi pers.
Baca Juga: Ayudiah Rivana Umur Berapa? Ini Profil Atlet Pencak Silat Semarang yang Meninggal Dunia usai Operasi
Lebih lanjut, Arfan mengatakan bahwa peristiwa pembacokan tersebut tidak berkaitan dengan rivalitas antar supporter klub sepak bola. Tersangka diketahui memang kerap membawa celurit di badannya untuk mencari lawan tawuran.
Lalu, saat melihat rombongan pengendara sepada motor melintas di kawasan tersebut, MIR secara acak menyerang korban.
"Jadi, sebenarnya pelaku ini berjalan bersama istrinya. Pelaku ataupun tersangka ini selalu membawa celurit di badannya," ujarnya.
Tersangka MIR diketahui merupakan warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kronologi Kejadian Pembacokan Terhadap Bobotoh di Bogor
Berdasarkan penjelasan AKBP Arfan, kejadian berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026 malam saat tersangka dan istrinya perlu membeli makanan di sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja.
Saat melihat rombongan motor yang melintas usai laga Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, tersangka menghampiri rombongan tersebut dan secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan celurit yang memang selalu dibawanya.
Dari keterangan polisi MIR punya kebiasaan membawa senjata tajam karena memang sering mencari lawan tawuran. Namun, pada saat itu, ia sedang tidak bersama kelompoknya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Silfi Adi Putri mengatakan penyerangan terhadap korban dilakukan secara random atau acak.
"Tidak ada target atau seperti apa, istilahnya random kalau menurut keterangan tersangka," ungkap Silfi.
