Dari hasil temuan warganet yang dibagikan di media sosial, tersangka MIR diduga merupakan pendukung Persikabo Bogor atau dikenal dengan Ultras Persikabo Curva Sud (UPCS).
Namun, Kepala Kepolisian Resor Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menegaskan tersangka MIR bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola mana pun.
"Saya pastikan bahwa tersangka bukan suporter tim mana pun," kata Arfan dalam konferensi pers.
Baca Juga: Ayudiah Rivana Umur Berapa? Ini Profil Atlet Pencak Silat Semarang yang Meninggal Dunia usai Operasi
Lebih lanjut, Arfan mengatakan bahwa peristiwa pembacokan tersebut tidak berkaitan dengan rivalitas antar supporter klub sepak bola. Tersangka diketahui memang kerap membawa celurit di badannya untuk mencari lawan tawuran.
Lalu, saat melihat rombongan pengendara sepada motor melintas di kawasan tersebut, MIR secara acak menyerang korban.
"Jadi, sebenarnya pelaku ini berjalan bersama istrinya. Pelaku ataupun tersangka ini selalu membawa celurit di badannya," ujarnya.
Tersangka MIR diketahui merupakan warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kronologi Kejadian Pembacokan Terhadap Bobotoh di Bogor
Berdasarkan penjelasan AKBP Arfan, kejadian berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026 malam saat tersangka dan istrinya perlu membeli makanan di sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja.
Saat melihat rombongan motor yang melintas usai laga Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, tersangka menghampiri rombongan tersebut dan secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan celurit yang memang selalu dibawanya.
Dari keterangan polisi MIR punya kebiasaan membawa senjata tajam karena memang sering mencari lawan tawuran. Namun, pada saat itu, ia sedang tidak bersama kelompoknya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Silfi Adi Putri mengatakan penyerangan terhadap korban dilakukan secara random atau acak.
