Direktur Utama bank bjb, Ayi Subarna, menegaskan bahwa konsistensi strategi dan adaptabilitas menjadi kunci utama perseroan dalam navigasi kondisi pasar keuangan saat ini.
"Dengan mengedepankan tata kelola yang baik, prinsip kehati-hatian, dan orientasi pada kebutuhan nasabah, bank bjb terus memperkuat fondasi bisnis agar mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang industri," ujar Ayi.
Memasuki triwulan IV 2026, bank bjb akan memperkuat fokus pada pengetatan biaya dana (cost of funds), peningkatan fee-based income sebesar Rp1,7 triliun, optimalisasi recovery kredit bermasalah, serta penajaman proses underwriting untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
