Perubahan arah usaha ini menjadi latar belakang penghentian produksi biskuit yang selama puluhan tahun menjadi salah satu bagian dari portofolio bisnisnya.
Dengan demikian, penutupan Lee Biscuits tidak semata-mata berkaitan dengan penghentian satu merek biskuit, tetapi juga mencerminkan perubahan strategi bisnis perusahaan induk.
Keputusan untuk meninggalkan sektor manufaktur makanan ringan sejalan dengan langkah konsolidasi aset dan pengalihan fokus ke sektor perkebunan.
Penghentian produksi Lee Biscuits itu sendiri bukan keputusan yang baru diketahui menjelang akhir Oktober.
Distributor dan konsumen disebut telah menerima pemberitahuan awal mengenai rencana penghentian produksi sejak September 2026.
Pemberitahuan tersebut memberikan waktu bagi pihak distributor untuk menyesuaikan persediaan dan distribusi produk yang masih tersedia di pasaran.
Meski demikian, penghentian produksi tetap berpotensi memengaruhi ketersediaan produk dalam jangka panjang karena tidak ada rencana untuk memindahkan kegiatan manufaktur ke lokasi lain.
Baca Juga: Cara Daftar MagangHub Batch 3 2026 Hari Ini, Cek Syarat, Link, dan Tahapan Seleksinya
Sebagai tambahan, Lee Biscuits didirikan di Singapura pada 1934 oleh Lee Kong Chian, seorang pengusaha sekaligus filantropis.
Sejak awal berdirinya, merek tersebut berkembang sebagai produsen biskuit dan makanan ringan yang kemudian dikenal melalui sejumlah produk khas.
Beberapa produk yang identik dengan Lee Biscuits antara lain biskuit Marie, biskuit asin atau saltine crackers, biskuit berlapis gula warna-warni yang dikenal sebagai Iced Gem, serta biskuit sandwich lemon.
Biskuit Marie dikenal memiliki bentuk sederhana dan rasa yang relatif ringan sehingga kerap dikonsumsi sebagai camilan atau pendamping minuman.
