Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup saat Demo BEM UI 28 Oktober? Simak Rute Alternatifnya

Selasa 27 Okt 2026, 12:56 WIB
BEM UI akan menggelar aksi #IndonesiaSadar di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026.. (Sumber: Poskota)
BEM UI akan menggelar aksi #IndonesiaSadar di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026.. (Sumber: Poskota)

POSKOTA.CO.ID - Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Aksi bertajuk #IndonesiaSadar tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Rencana demonstrasi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna jalan yang akan melintasi kawasan pusat Jakarta.

Bundaran HI berada di sekitar Jalan MH Thamrin dan terhubung dengan Jalan Jenderal Sudirman, dua ruas jalan utama yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi.

Kehadiran massa aksi berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan di sekitar lokasi demonstrasi.

Meski demikian, menyiapkan rute alternatif dapat menjadi langkah antisipasi bagi pengendara yang memiliki tujuan perjalanan di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, maupun kawasan lain yang terhubung dengan Sudirman-Thamrin.

Dikutip dari akun Instagram @bemui_official pada Selasa, 27 Oktober 2026, aksi ini merupakan bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa.

BEM UI mengajak masyarakat dan berbagai elemen publik untuk ikut menyuarakan pandangan mengenai sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.

Momentum Hari Sumpah Pemuda turut menjadi latar pelaksanaan aksi tersebut.

Peringatan yang jatuh setiap 28 Oktober ini berkaitan dengan sejarah persatuan pemuda Indonesia pada 1928.

Dalam demonstrasi kali ini, mahasiswa membawa aspirasi mengenai sejumlah kebijakan publik yang mencakup kepentingan masyarakat luas.

Lantas, apakah Jalan Sudirman dan Thamrin ditutup saat demo BEM UI pada 28 Oktober 2026?

Rute alternatif mana saja yang dapat dipertimbangkan untuk menghindari kawasan demonstrasi?

Simak informasi jadwal aksi, status penutupan jalan, serta pilihan jalur alternatif bagi pengendara berikut ini.

Baca Juga: Kata Kedubes Singapura soal Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal

Apakah Jalan Sudirman dan Thamrin Ditutup saat Demo BEM UI?

Hingga naskah ini dibuat, belum ada kepastian mengenai penutupan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin saat demonstrasi BEM UI pada 28 Oktober 2026.

Informasi mengenai penutupan jalan, rekayasa lalu lintas, atau pengalihan kendaraan perlu merujuk pada pengumuman resmi kepolisian dan Dishub DKI Jakarta.

Kawasan Bundaran HI berada di titik pertemuan sejumlah arus kendaraan di Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, aktivitas demonstrasi dapat berdampak pada mobilitas di sekitar lokasi, bergantung pada kondisi lapangan dan pengaturan petugas.

Pengguna jalan sebaiknya memeriksa informasi lalu lintas sebelum berangkat, terutama jika perjalanan melibatkan kawasan Sudirman-Thamrin pada siang hingga sore hari. Pengendara juga perlu mengikuti rambu sementara dan arahan petugas apabila terdapat perubahan jalur.

Perlu diperhatikan bahwa rute alternatif yang tercantum dalam artikel ini merupakan pilihan jalur yang dapat dipertimbangkan, bukan pengumuman resmi mengenai pengalihan arus selama demonstrasi. Kondisi jalan dapat berubah sesuai situasi di lapangan.

Baca Juga: Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Sasar Pengendara Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus

Rute Alternatif untuk Menghindari Kawasan Sudirman-Thamrin

Pengendara yang hendak menuju Jakarta Pusat atau melewati kawasan Sudirman-Thamrin dapat mempertimbangkan sejumlah jalur alternatif berdasarkan titik keberangkatan dan tujuan perjalanan.

1. Dari Arah Selatan Menuju Jakarta Pusat atau Jakarta Timur

Pengguna jalan yang datang dari arah selatan Jakarta dapat mempertimbangkan beberapa jalur berikut:

  • Jalan HR Rasuna Said: Melalui kawasan Kuningan sebagai pilihan jalur menuju sejumlah kawasan di Jakarta Pusat.
  • Jalan Prof. Dr. Satrio dan Jalan Galunggung: Dapat dipertimbangkan sesuai dengan tujuan akhir perjalanan.
  • Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi: Menjadi pilihan jalur alternatif untuk menuju sejumlah kawasan di Jakarta Pusat dan sekitarnya.

2. Dari Arah Barat Menuju Jakarta Pusat atau Jakarta Barat

Bagi pengendara yang datang dari kawasan Slipi atau Tomang, sejumlah jalur berikut dapat dipertimbangkan:

  • Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, dan Jalan KH Mas Mansyur: Alternatif perjalanan menuju sejumlah kawasan di Jakarta Pusat.
  • Jalan Gatot Subroto dan Jalan KS Tubun: Dapat dipertimbangkan sesuai dengan titik keberangkatan dan tujuan perjalanan.

3. Menuju Kawasan Sudirman

Pengendara yang memiliki tujuan di kawasan Sudirman dapat mempertimbangkan jalur berikut, bergantung pada lokasi yang hendak dituju:

  • Jalan KH Mas Mansyur menuju kawasan Karet: Dapat menjadi pilihan bagi pengendara yang menuju kawasan Karet dan sekitarnya.
  • Jalan Blora: Dapat dipertimbangkan untuk mencapai sejumlah titik di sekitar kawasan pusat Jakarta.

4. Rute Alternatif dari Semanggi

Pengguna jalan yang memulai perjalanan dari kawasan Semanggi dapat mempertimbangkan beberapa pilihan rute berikut:

  • Rute pertama: Semanggi – Jalan Gatot Subroto – Jalan HR Rasuna Said – Jalan Prof. Dr. Satrio – Casablanca – Menteng.
  • Rute kedua: Semanggi – Jalan Gatot Subroto – Jalan MT Haryono – Cikini – Menteng.
  • Rute ketiga: Semanggi – Jalan KH Mas Mansyur – Tanah Abang – Harmoni.

5. Dari Bundaran HI Menuju Jakarta Selatan

Bagi pengendara yang hendak meninggalkan kawasan Bundaran HI menuju arah selatan, sejumlah jalur berikut dapat dipertimbangkan:

  • Rute pertama: Bundaran HI – Jalan Imam Bonjol – Jalan Diponegoro – Jalan Proklamasi – Jalan Ahmad Yani.
  • Rute kedua: Bundaran HI – Jalan Kebon Sirih – Jalan Fachrudin – Jalan KH Mas Mansyur.

Baca Juga: Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Sasar Pengendara Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus

Daftar Lima Tuntutan Demo BEM UI di Jakarta

Selain memperhatikan dampak aksi terhadap lalu lintas, masyarakat juga dapat mengetahui isu yang akan disuarakan dalam demonstrasi tersebut.

Dikutip dari akun Instagram @bemui_official pada Selasa, 27 Oktober 2026, BEM UI membawa lima tuntutan utama dalam aksi #IndonesiaSadar. Berikut daftar tuntutannya:

  1. Karhutla sebagai bencana nasional: Menuntut pemerintah menetapkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional.
  2. Perbaikan kebijakan ekonomi dan APBN: Mendorong perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi serta orientasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih mengutamakan kepentingan rakyat, bukan program populis.
  3. Penurunan biaya pendidikan: Menuntut penurunan biaya pendidikan serta pemerataan akses terhadap layanan dasar bagi masyarakat.
  4. Reformasi hukum dan pemberantasan KKN: Mendesak penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
  5. Perlindungan ruang sipil dan kebebasan berpendapat: Menuntut perlindungan ruang sipil serta kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi.

Berita Terkait


News Update