Pengguna jalan yang datang dari arah selatan Jakarta dapat mempertimbangkan beberapa jalur berikut:
- Jalan HR Rasuna Said: Melalui kawasan Kuningan sebagai pilihan jalur menuju sejumlah kawasan di Jakarta Pusat.
- Jalan Prof. Dr. Satrio dan Jalan Galunggung: Dapat dipertimbangkan sesuai dengan tujuan akhir perjalanan.
- Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi: Menjadi pilihan jalur alternatif untuk menuju sejumlah kawasan di Jakarta Pusat dan sekitarnya.
2. Dari Arah Barat Menuju Jakarta Pusat atau Jakarta Barat
Bagi pengendara yang datang dari kawasan Slipi atau Tomang, sejumlah jalur berikut dapat dipertimbangkan:
- Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, dan Jalan KH Mas Mansyur: Alternatif perjalanan menuju sejumlah kawasan di Jakarta Pusat.
- Jalan Gatot Subroto dan Jalan KS Tubun: Dapat dipertimbangkan sesuai dengan titik keberangkatan dan tujuan perjalanan.
3. Menuju Kawasan Sudirman
Pengendara yang memiliki tujuan di kawasan Sudirman dapat mempertimbangkan jalur berikut, bergantung pada lokasi yang hendak dituju:
- Jalan KH Mas Mansyur menuju kawasan Karet: Dapat menjadi pilihan bagi pengendara yang menuju kawasan Karet dan sekitarnya.
- Jalan Blora: Dapat dipertimbangkan untuk mencapai sejumlah titik di sekitar kawasan pusat Jakarta.
4. Rute Alternatif dari Semanggi
Pengguna jalan yang memulai perjalanan dari kawasan Semanggi dapat mempertimbangkan beberapa pilihan rute berikut:
- Rute pertama: Semanggi – Jalan Gatot Subroto – Jalan HR Rasuna Said – Jalan Prof. Dr. Satrio – Casablanca – Menteng.
- Rute kedua: Semanggi – Jalan Gatot Subroto – Jalan MT Haryono – Cikini – Menteng.
- Rute ketiga: Semanggi – Jalan KH Mas Mansyur – Tanah Abang – Harmoni.
5. Dari Bundaran HI Menuju Jakarta Selatan
Bagi pengendara yang hendak meninggalkan kawasan Bundaran HI menuju arah selatan, sejumlah jalur berikut dapat dipertimbangkan:
- Rute pertama: Bundaran HI – Jalan Imam Bonjol – Jalan Diponegoro – Jalan Proklamasi – Jalan Ahmad Yani.
- Rute kedua: Bundaran HI – Jalan Kebon Sirih – Jalan Fachrudin – Jalan KH Mas Mansyur.
Baca Juga: Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Sasar Pengendara Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus
Daftar Lima Tuntutan Demo BEM UI di Jakarta
Selain memperhatikan dampak aksi terhadap lalu lintas, masyarakat juga dapat mengetahui isu yang akan disuarakan dalam demonstrasi tersebut.
Dikutip dari akun Instagram @bemui_official pada Selasa, 27 Oktober 2026, BEM UI membawa lima tuntutan utama dalam aksi #IndonesiaSadar. Berikut daftar tuntutannya:
- Karhutla sebagai bencana nasional: Menuntut pemerintah menetapkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional.
- Perbaikan kebijakan ekonomi dan APBN: Mendorong perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi serta orientasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih mengutamakan kepentingan rakyat, bukan program populis.
- Penurunan biaya pendidikan: Menuntut penurunan biaya pendidikan serta pemerataan akses terhadap layanan dasar bagi masyarakat.
- Reformasi hukum dan pemberantasan KKN: Mendesak penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
- Perlindungan ruang sipil dan kebebasan berpendapat: Menuntut perlindungan ruang sipil serta kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi.
