Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepolisian, insiden terjadi ketika korban berada sekitar 200 meter dari garis finis.
Syabilla disebut tidak mampu melanjutkan perlombaan. Korban kemudian melambaikan tangan sebelum mendapatkan pertolongan dari tim panitia yang berada di lokasi.
Petugas dan panitia selanjutnya melakukan evakuasi menggunakan perahu.
Setelah dibawa ke daratan, kata dia, Syabilla mendapatkan penanganan medis sebelum dimasukkan ke ambulans dan dilarikan ke rumah sakit.
"Dia memang atlet nasional telah mendapatkan medali dua kali. Tapi setelah kurang 200 meter dari finis dia tidak kuat, terus diangkat oleh tim dari panitia, dinaikkan perahu, dilakukan penanganan medis, dimasukkan ke ambulans dan dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.
Suprapto menambahkan, kondisi Syabilla sudah lemas ketika berhasil dibawa ke daratan.
Kepolisian juga menyampaikan dugaan awal mengenai penyebab meninggalnya atlet tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh setelah kejadian.
"Waktu dinaikkan ke daratan itu kondisinya sudah lemas. Dugaan meninggalnya karena kehabisan napas, karena dipaksakan," terang dia.
Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Syabilla dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.00 WIB.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Merespons Curhatan Warga Soal Harga Sembako
Profil Syabilla Rizkia Putri Raharja
Syabilla Rizkia Putri Raharja lahir pada 21 Agustus 2004. Ia merupakan atlet asal Kabupaten Jepara yang menjalani karier olahraga sekaligus menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta.
Selain aktif dalam dunia olahraga, Syabilla tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
