Indonesia Akhiri Dahaga Emas Beregu Putra di Asian Games Setelah 28 Tahun, BNI Apresiasi Regenerasi Atlet PBSI

Minggu 27 Sep 2026, 01:09 WIB
Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia. (Sumber: NOC)
Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia. (Sumber: NOC)

POSKOTA.CO.ID - Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia mencatatkan tinta emas di panggung olahraga Asia. Setelah menantikan momentum ini selama 28 tahun, Indonesia berhasil membawa pulang medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 usai mengandaskan perlawanan sengit China dengan skor tipis 3-2.

Laga final yang berlangsung dramatis di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Kamis, 24 September 2026, menjadi panggung pembuktian mentalitas bertanding para atlet muda Merah Putih. Sempat tertinggal 0-2 di dua partai awal, Indonesia secara spektakuler merebut tiga partai tersisa secara beruntun.

Kebangkitan Indonesia dimotori oleh tunggal putra Alwi Farhan, disusul kemenangan krusial ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Puncaknya, Moh. Zaki Ubaidillah tampil dingin pada partai kelima untuk memastikan medali emas mendarat di Tanah Air.

Capaian ini tidak hanya mengakhiri dahaga emas beregu putra sejak Asian Games 1998, tetapi juga membuktikan efektifnya proses pembinaan serta regenerasi atlet yang berjalan di tubuh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Baca Juga: BNI Dorong Digitalisasi Kawasan Industri untuk Perkuat Investasi

Prestasi di Aichi-Nagoya 2026 menegaskan bahwa kesinambungan pembinaan dari level usia muda (grassroots) hingga elite menjadi kunci utama menjaga daya saing bulu tangkis Indonesia di level internasional.

Keberhasilan regenerasi ini mendapat dukungan berkelanjutan dari sektor perbankan nasional. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), yang bertindak sebagai strategic partner PBSI selama lebih dari lima tahun, terus mengawal proses pengembangan atlet sejak dini.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa capaian tim beregu putra merupakan momentum penting untuk mengapresiasi perjalanan panjang para atlet dan pelatih.

"Pencapaian emas beregu putra setelah 28 tahun merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Prestasi besar lahir dari proses panjang, konsistensi, kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan," ujar Okki.

Baca Juga: BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian untuk Negeri

Ia menambahkan, BNI meyakini pembinaan talenta muda adalah investasi jangka panjang untuk menjaga tradisi juara Indonesia.


Berita Terkait


News Update